Liputanindo.id – Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian mengaku korupsi dan pemborosan anggaran Begitu efisiensi berpotensi memengaruhi Gambaran kepala daerah.
Tito menganggap Krusial menjaga integritas dan efisiensi dalam pengelolaan pemerintahan daerah.
“Tolonglah Mitra-Mitra kepala daerah, ini menjaga betul diri masing-masing, Membangun kebijakan juga. Karena terutama dari kasus korupsi dan kasus inefisiensi. Dua ini, korupsi sama inefisiensi, pemborosan,” kata Tito, Rabu kemarin dalam Lembaga APEKSI.
Ia menjelaskan persepsi publik Begitu ini sangat dipengaruhi oleh pemberitaan media. Begitu operasi tangkap tangan oleh KPK atau kasus pemborosan anggaran, dampaknya Enggak hanya dirasakan oleh individu, tetapi juga dapat meluas ke seluruh pemerintah daerah.
Tito menuturkan kondisi tersebut berpotensi memengaruhi tingkat kepercayaan antara daerah dan pemerintah pusat.
Ia menambahkan kepercayaan yang terjaga menjadi Unsur Krusial dalam mendukung kelancaran pengajuan anggaran daerah, seperti Anggaran Alokasi Lumrah (DAU), Anggaran Alokasi Spesifik (DAK), maupun Anggaran Bagi Hasil (DBH).
Tito mendorong asosiasi kepala daerah Buat lebih aktif membangun narasi positif serta menekankan pentingnya komunikasi publik yang transparan.
Menurutnya, upaya pencegahan korupsi perlu berjalan seiring dengan keterbukaan informasi serta publikasi kinerja pemerintah daerah.
Sentil APPSI?
Perlu digarisbawahi, dalam pernyataan di atas, Tito menyebut asosiasi kepala daerah. Jika tak menyebut nama secara spesifik, setidaknya Terdapat satu organisasi yang patut diperhatikan.
Adalah Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI). Ketua Umumnya yakni Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud atau yang akrab disapa Harum.
Rudy sejauh ini, secara beruntun memancing reaksi negatif publik. Mulai dari membeli mobil dinas seharga Rp8 miliar di tengah efisiensi serta menganggarkan renovasi rumah dinas senilai Rp25 miliar.
Nomor itu terbilang fantastis dan akhirnya Membangun massa berani berdemonstrasi di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Samarinda. Mereka mendesak DPRD Kaltim Buat segera menggunakan hak angket serta interpelasi.
Mereka mempertanyakan apa urgensi penggunaan anggaran daerah senilai Rp25 miliar yang dialokasikan Buat renovasi mewah rumah jabatan Rudy Begitu kondisi rakyat sedang susah dan efisiensi.
Tak Tamat di situ saja, di Sulawesi Selatan, adik Menteri Amran Sulaiman sekaligus Gubernur Sulsel, Sudirman Sulaiman, membeli mobil Lexus seharga Rp2 miliar lebih di tengah penghematan anggaran.
Uniknya, Pemerintah Provinsi Sulsel kukuh menganggap bahwa tingkahnya itu Berkualitas Asal Mula sudah melalui pertimbangan strategis khususnya dari sisi efisiensi anggaran.
