PariwisataIndonesia.id – Berbicara destinasi wisata yang Eksis di Indonesia tak akan Eksis habisnya, begitu indah dan memesona menghampar dari Sabang Tamat Merauke. Kecantikan dan eksotisme alam negeri ini tiada duanya.
Begitupun Manokwari yang terletak di Provinsi Papua Barat. Destinasi wisata yang layak menjadi daftar panjang Buat direkomendasi berlibur cukup di Indonesia saja.
Berikut 5 destinasi wisata yang wajib dikunjungi Ketika berlibur ke Manokwari:

1. Teluk Doreri
Destinasi ini surga bagi pecinta diving. Terbayang nggak sih, Eksis bangkai kapal peninggalan Perang Dunia ke II? Di sini tempatnya!
Baca juga : Infrastruktur Penunjang PON XX Papua, Menteri PUPR: Empat Venue, Siap Diserahterimakan ke Pemda
Terdapat 20 bangkai kapal Perang Dunia ke II. Jenis kapal antara lain: Pilbox Wreck dan Kapal Patroli Wreck. Panjang masing-masing kapal diperkirakan 12-22 meter.
Menariknya Tengah, bagi pecinta diving akan merasakan sensasi pemandangan Rendah teluk yang tiada tara. Terdapat gugusan dengan koleksi terumbu karang istimewa. Dijamin keren abiez.
2. Gunung Botak
Letak wisata ini berada di kawasan Gunung Botak. Tepatnya di Distrik Momi Waren. Pemandangan pantai dan perbukitan yang eksotis, tumbuhkan sensasi tersendiri. Suasana romantis dan cocok juga Buat berkemah sekaligus mancing. Indah banget deh, tertarik ?

3. Pulau Mansinam
Berikutnya terdapat wisata yang berbeda, menjulang ke angkasa Patung Yesus Kristus berukuran raksasa. Patung ini sekilas menyerupai Patung Yesus yang berada di Rio de Janeiro, Brazil, tapi dalam ukuran sedikit lebih kecil.
Inisiasi dengan menghadirkan patung yang megah, datang dari pemerintah pusat seusai mendapatkan masukan-masukan, antara lain: Pemerintah setempat dan aspirasi yang datang dari sejumlah pemerhati.
Pemerintah Pusat mendegar dan memahami aspiratif mereka tersebut bahwa Eksis sejarah panjang peradaban budaya Papua di Mansinam. Allhasil, terciptalah Patung Yesus Kristus berukuran raksasa ini.
Baca juga : Papua Juga Punya Mumi!
Waktu terbaik liburan, disarankan bulan Februari. Pasalnya, setiap Copot 5 Februari Eksis kegiatan pekabaran injil. Sudah Bisa dipastikan, destinasi wisata ke Pulau Mansinam lebih Cocok disebut wisata religi.
Wisatawan juga Bisa menikmati tarian papua, bazaar dengan aneka Jenis khas Manokwari yang menyertai. Tak lengkap, ke Pulau Mansinam bila belum selfi di Patung Yesus Kristus. Tertarik?

4. Gunung Meja
Ketika berada di kawasan Gunung Meja, suasana Asem dan pemandangan terindah yang keren abiez. Wisatawan dapat melakukan banyak aktivitas mulai dari hiking, bersepeda, hingga piknik. Terkenal disebut “Meja” karena tampak seperti itu ketika wisatawan mulai mendekati puncak.
Terlebih Tengah, diambil dengan menggunakan drone. Terbelalak mata Ketika memandangnya, surga alam Indonesia eksotis pemberian Maha Pencipta. Mencakar dan menjulang, puncak tebing bebatuan.

Pemandangan lainnya adalah Ketika perjalanan wisatawan memasuki Gunung Meja, pepohonan yang rimbun menjadi bagian Primer dari gunung yang turut menyertai. Menelusuri hutan tropis yang kaya akan Tanaman dan Satwa, tentunya sensasi lain sebagai bonus.
Jangan lewatkan, wisata air yang menyegarkan Eksis 23 spot mata air yang bikin lupa diri. Selain itu, terdapat monumen peringatan Buat mengenang pendaratan Jepang ketika Perang Dunia II hadir di tanah Papua.
Tak Hanya itu saja, buat pecinta wisata ekstrim rekomen banget menyusuri 19 gua yang Eksis di Gunung Meja. Destinasi wisata alam ke Gunung Meja berada di tengah-tengah Distrik Manokwari, ibukota Provinsi Papua Barat berjarak dari pusat kota 2 kilometeran saja.
Baca juga: Nikmati Destinasi Indah di Manokwari, Berikut Rekamannya!
5. Situ Anggi
Destinasi wisata berikut tak kalah menariknya, menawarkan Pemandangan alam yang menawan dan sangat indah. Rekomen Buat dikunjungi, berbentuk Situ kembar yang terletak di atas gunung.
Wisatawan disuguhkan Situ Anggi Gida dan Anggi Giji. Eksis yang menarik terhadap kedua Situ tersebut, melekat cerita-cerita rakyat yang melegenda dan Tetap berkembang Tamat Ketika ini.
Mitos masyarakat Sekeliling, percaya kedua Situ Mempunyai kelamin berbeda. Buat Situ Anggi Gida berada di ketinggian 1.750 mdpl dan disebut-sebut sebagai Situ Perempuan karena menyerupai kelamin Perempuan. Air Situ kebiruan dan menghampar pasir putih indah. Layaknya seperti Perempuan Ayu.
Baca juga : Jembatan Youtefa! Ikon Baru Kebanggaan Tanah Papua
Sebaliknya, Anggi Giji disebut Situ Pria karena tampak seperti kelamin pria. Lewat, Rona air Situ hitam pekat. Diduga, di dasar Situ berisi lumpur-lumpur nan lembut. Pasir yang menghampar di sini wana coklat dan terletak di ketinggian 1.800 mdpl.
Mitos lain menyebutkan terdapat naga jantan dan naga betina menghuni di dasar Situ. Situ Anggi dipercaya, perwujudan sepasang naga. Mitos yang tak kalah bombastis, Situ tercipta berkat air mata sepasang kekasih yang tak mendapat restu.
Diceritakan dalam mitos, Interaksi keduanya saling mencinta tapi Bukan dapat restu. Perbedaan diakibatkan karena Bangsa, dan Eksis Tengah yang mengatakan karena perbedaan kasta. Sekalian ini Hanya mitos, Engkau pilih yang percaya?
Spot terbaik Buat mendapatkan Pemandangan Situ terlihat Ayu dan sempurna, silakan menuju ke Bukit Kobrey. Letak bukit berada di ketinggian (diperkiran.red) 2.000 mdpl.
Dari puncak bukit, wisatawan akan menikmati landscape Situ secara sempurna. Alternatif lainnya, wisatawan dapat sewa Bahtera dari masyarakat setempat.

Catatan, Buat Situ Anggi Gida, bagi wisatawan Tetap dibolehkan Buat berwisata air sekedar berenang-renang mendapatkan kesegaran dipinggiran Situ. Pada Situ satunya, bagaimana? “Jangaaaan… Bukan direkomen, ya!”
Buat pecinta wisata ekstrim dan hobby banget tantangan, direkomen sekali. Pasalnya, Letak menuju wisata ini medan terjal dan sulit dijangkau.
Selain itu, jarak dari pusat kota Manokwari diperkirakan 100 kilometeran dengan waktu tempuh 4-5 jam. Mobil harus diberi fasilitas penggerak 4×4 atau kendaraan double cabin. Tertarik Buat ke Situ Anggi?
Tak lengkap ke Manokwari bila video berikut belum nonton, yuk!
Momen keceriaan netizen Ketika liburan di Teluk Doreri. Kepoin, yuk!
Terciduk! Netizen liburan di Manokwari, “Kita Basaudara!’
