Elon Musk Beberkan Bukti Bebas Narkoba, Sebut New York Times Keterlaluan

Liputanindo.id – Miliarder Elon Musk membantah laporan New York Times yang menyebut dirinya adalah pecandu narkoba. Elon disebut kecanduan narkoba selama kampanye pemilihan Presiden AS.

Bantahan ini disampaikan oleh Elon Musk Sembari menyertakan bukti pemeriksaan medis soal kondisinya. Pada berkas itu, Elon dinyatakan Rapi dari zat-zat terlarang yang dituduhkan, termasuk ketamin, kokain, ekstasi, dan amfetamin.

“Demi lebih jelasnya, saya Kagak mengonsumsi narkoba! New York Times berbohong habis-habisan,” tulis Elon Musk di X, Selasa (17/6/2025).

Meski demikian, Elon mengakui penggunaan ketamin di masa Lewat dan Kagak akan kembali ke masa gelapnya.

“Saya Kagak mengonsumsinya sejak Ketika itu,” tegasnya.

Berdasarkan laporan yang diterbitkan New York Times, dikatakan bahwa perilaku Elon Musk selama menjabat sebagai penasihat senior Donald Trump mencurigakan.

Laporan yang diterbitkan pada Rontok 31 Mei yang mengutip sumber yang Kagak disebutkan namanya mengklaim Elon Musk menggunakan ketamin secara ekstensif dan sering membawa wadah pil selama acara kampanye dan pertemuan Gedung Putih.

Laporan tersebut juga menyebutkan kemungkinan penggunaan ekstasi dan jamur psikedelik.

Penyangkalan Elon Musk ini muncul setelah pertikaian daring yang melibatkan Trump, sejak ia mundur dari jabatannya. Elon Musk bahkan menyerukan pemakzulan Trump dan menuduhnya muncul dalam berkas kasus mendiang pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein.

Interaksi Musk dengan zat-zat terlarang telah menarik perhatian selama bertahun-tahun, sering kali muncul bersamaan dengan pertanyaan tentang kondisi mentalnya dan kehadirannya yang Kagak menentu di media sosial.

Laporan Times menandai laporan yang paling terperinci sejauh ini, yang menunjukkan bahwa penggunaan narkoba mungkin telah memengaruhi keputusan-keputusan Krusial dalam pemerintahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *