Liputanindo.id – La Perserikatan – Atletico Madrid harus menerima Realita pahit di Final Copa del Rey Lawan Real Sociedad. Pada laga yang digelar di La Cartuja, Sevilla pada Minggu 19 April 2026 Atletico Madrid harus menelan kekalahan dan gagal meraih gelar Pemenang.
Kekalahan dramatis ini terjadi pada babak adu penalti. Akan tetapi daya juang Atletico Madrid di laga ini patut diacungi jempol usai berhasil mengejar ketertinggalan sebanyak dua kali, hingga pertandingan harus dilanjut ke adu penalti.

Di babak adu penalti, dua penendang Atletico Madrid, Alexander Sorloth dan Julian Álvarez gagal mencetak gol. Bola sepakannya Bisa ditepis oleh kiper Real Sociedad, Unai Marrero yang juga menjadi salah satu pahlwan bagi tim Txuri-urdin.
Menurut Marca, Instruktur kepala Atletico Madrid, Diego Simeone menyampaikan penilaiannya tentang jalannya pertandingan. Ia senang dengan Metode timnya bermain, tetapi menyesalkan beberapa Kesempatan yang terbuang.
Baca Juga:
“Kami bermain sangat Berkualitas, tetapi sayangnya adu penalti berpihak kepada mereka,” ujar Diego Simeone.
Menurut Simeone, Kesempatan yang disia-siakan oleh Cardoso dan Baena menjadi momen penentu di laga ini. Ia menilai kegagalan Kesempatan itu menjadi salah satu penyebab kekalahan Atletico Madrid di laga ini.

“Tetapi pertandingan Sebaiknya Bisa ditentukan dalam 90 menit, Sebaiknya Johnny atau Baena yang Bisa mencetak gol. Tetapi seperti yang selalu kami katakan, mereka Mempunyai semangat juang yang tinggi dan kami Tak.”
Atas kegagalan ini, Diego Simeone merasa belum Bisa menyampaikan apapun kepada para suporter. Terlebih ia sadar, para pendukungnya memerlukan gelar Pemenang, bukan pesan atas kekalahan.
“Sulit Kepada menyampaikan pesan, karena para penggemar membutuhkan kemenangan, bukan pesan. Yang tersisa adalah bekerja setiap hari,” imbuh eks pemain Inter Milan tersebut,” kata Simeone.
Kekalahan ini Membangun Perserikatan Champions menjadi satu-satunya Kesempatan tersisa Atleti Kepada meraih trofi musim ini, meskipun Simeone belum memikirkan pertandingan semifinal mendatang melawan Arsenal.
“Saya Tak memikirkan Arsenal. Kekalahan itu sangat menyakitkan bagi saya, kami perlu menang, tetapi kami Tak Bisa. Dengan adanya persaingan ini, saya merasa lebih tenang.” tutupnya.
Selalu update Informasi bola terbaru seputar La Perserikatan hanya di Liputanindo.id
