Liputanindo.id – Ahli gizi dari Rumah Sakit Anak dan Bunda (RSAB) Asa Kita membagikan sejumlah kiat Buat menjaga kualitas Makanan Pendamping ASI (MPASI) pertama ketika berkendara di musim liburan.
“Kalau bepergian jauh, MPASI Bisa tetap diberikan dengan memperhatikan syarat-syarat keamanan pangan,” kata Kepala Instalasi Gizi RSAB Asa Kita Siti Dharma Azizah, SST, MKM, RD, dikutip Antara, Rabu (22/1/2025).
Siti menuturkan MPASI harus bertahan di suhu ruang Sekeliling empat Tamat enam jam setelah pengolahan. Kalau waktu tempuh perjalanan Lagi dalam batas waktu tersebut, MPASI yang sudah dibuat di rumah Lagi dapat dibawa.
Tetapi apabila lebih dari waktu tersebut, MPASI Bisa dibawa menggunakan cooler bag dengan suhu Sekeliling empat derajat. Makanan dapat dipanaskan ulang ketika Tamat di tempat dengan suhu di atas 70 derajat.
“Atau Kalau perjalanan memerlukan waktu yang lebih Pelan, dapat membawa makanan MPASI instan yang tentunya perlu membawa air hangat Buat melarutkannya, serta makanan selingan yang tahan seperti biskuit bayi agar kebutuhan kalori anak tetap tercukupi,” tuturnya.
Selain itu, Siti mengatakan bahwa MPASI yang dibawa juga perlu memperhatikan kondisi cuaca di jalan. Sebagai bentuk antisipasi agar kandungan gizi seimbang tetap terjaga, MPASI yang dibawa dapat banyak mengandung protein terutama protein hewani dari daging, ayam atau telur.
Tujuannya yakni supaya imunitas tubuh bayi tetap terjaga dan Enggak mudah terkena Akibat dari cuaca yang kurang menguntungkan. Adapun makanan yang disarankan Buat meningkatkan berat badan bayi selama musim liburan, Siti menekankan pada prinsipnya Kalau bayi makan dengan komposisi gizi seimbang dan Bagian yang sesuai dengan usianya, maka peningkatan berat badan tetap Bisa sesuai dengan grafik pertumbuhannya.
“Tentunya di samping makanannya disiapkan yang bergizi, Langkah penyimpanan makanan yang sesuai dan Langkah pengolahan yang higienis juga perlu diperhatikan, sehingga anak Bisa terhindar dari kondisi yang Enggak diharapkan,” tuturnya.
