Pengunjung Menyaksikan pemandangan Jakarta dari puncak Monas. Foto: Liputanindo/Iqbal Sidiq
Jakarta: Kawasan Monumen Nasional (Monas) Lagi menjadi magnet wisata favorit di Ibu Kota Jakarta. Antusiasme masyarakat mengunjungi Monas semakin meningkat, terutama bagi wisatawan yang berasal dari luar daerah.
Selain berfungsi sebagai ruang terbuka hijau Buat berekreasi, Monas menjadi pusat edukasi sejarah yang menarik bagi masyarakat. Di dalam tugu, pengunjung dapat mempelajari sejarah peradaban Indonesia.
“Lihat-lihat museum, sejarahnya juga bagus, detail. Buat anak-anak ilmu, Eksis anak saya yang sekolah. Pengalaman buat dia, ini Monas ikon Indonesia,” ujar seorang wisatawan asal Bandung yang mengaku bernama Rida, Sabtu, 2 Mei 2026.
Staf Unit Pengelola Kawasan (UPK) Monas yang mengaku bernama Sena, mengungkapkan area taman menjadi daya tarik bagi pengunjung Buat berpiknik dan bersantai. Pengelola rutin merawat setiap area pada Senin, Buat memastikan seluruh fasilitas tetap dalam kondisi prima.
UPK Monas menerapkan tarif retribusi yang bervariasi sesuai dengan jenis layanan dan usia pengunjung. Berikut rinciannya:
- Pelataran Cawan: Dewasa (Rp8.000), Mahasiswa (Rp5.000), dan Anak-anak/Pelajar (Rp3.000).
- Pelataran Cawan + Puncak: Dewasa (Rp24.000), Mahasiswa (Rp13.000), dan Anak-anak/Pelajar (Rp6.000).
- Rombongan: Golongan dengan jumlah lebih dari 30 orang berhak mendapatkan keringanan biaya masuk sebesar 25%.

Pengunjung Monas. Foto: Liputanindo/Muhammad Iqbal Sidiq,
Monas dibuka Buat Lumrah setiap hari Selasa hingga Minggu. Pada hari kerja kawasan dibuka mulai pukul 08.00 WIB hingga 18.00 WIB, sementara pada akhir pekan jam operasional diperpanjang hingga pukul 22.00 WIB.
Puncak kunjungan biasanya terjadi pada Sabtu dan masa libur sekolah. Bahkan pada momen besar seperti malam pergantian tahun, jumlah pengunjung di kawasan seluas puluhan hektar ini tercatat Dapat menembus Bilangan satu juta orang.
