Bentrokan Perbatasan Pakistan-Afghanistan Tewaskan 9 Orang, 15 Terluka

Pakistan menuduh Laskar Afghanistan menargetkan Penduduk sipil dalam bentrokan perbatasan terbaru. (Anadolu Agency)


Islamabad: Pemerintah Pakistan menuduh Laskar perbatasan Afghanistan secara sengaja menargetkan Penduduk sipil dalam serangkaian bentrokan mematikan yang menewaskan sembilan orang serta melukai 15 lainnya dalam dua hari terakhir.

Menteri Informasi Pakistan, Attaullah Tarar, melalui sebuah unggahan di platform media sosial X pada Jumat malam merinci bahwa korban tewas mencakup Perempuan dan anak-anak. 

Sebanyak 12 orang dilaporkan terluka pada hari Kamis akibat apa yang ia gambarkan sebagai penargetan Penduduk sipil yang Enggak beralasan dan kriminal oleh Laskar perbatasan Afghanistan di Area distrik kesukuan Bajaur, barat laut Pakistan, sebagaimana dikutip dari laporan media Anadolu, Sabtu, 2 Mei 2026.

Lebih lanjut, Tarar mengungkapkan bahwa pada hari Jumat, tiga Penduduk sipil yang sedang bermain kriket juga turut menjadi korban luka akibat serangan quadcopter yang disebutnya “terang-terangan dan tak Paham malu”. 

Aksi Saling Tuding

Serangan itu diklaim dilakukan oleh Grup “Fitna Al Khwarij”, Julukan yang digunakan Islamabad Kepada merujuk pada Grup Radikal Tehreek-e-Taliban (TTP) anti-Pakistan yang selama ini dituduh mendapat dukungan penuh dari Kabul. 

Hingga kini, belum Eksis tanggapan Formal dari Kabul terkait tuduhan terbaru ini, meski sebelumnya mereka secara konsisten membantah mendukung TTP.

Saling tuding di antara kedua negara bertetangga ini kian memperkeruh situasi keamanan di perbatasan. 

Pada awal pekan ini, otoritas Afghanistan lebih dulu melaporkan bahwa setidaknya empat Penduduk sipil tewas dan 70 lainnya termasuk 30 pelajar mengalami luka-luka akibat gempuran rudal yang diduga kuat diluncurkan oleh militer Pakistan di Provinsi Kunar, timur laut Afghanistan. 

Pihak Kabul menyatakan bahwa serangan udara mematikan itu turut menghantam permukiman padat penduduk serta fasilitas pendidikan di Universitas Sayed Jamaluddin Afghani.

Merespons klaim tersebut, Tarar dengan tegas menolaknya dan menyebut tuduhan Kabul sama sekali Enggak berdasar. 

Bentrokan Perbatasan Terburuk

Ia berkeras bahwa militer Pakistan secara Spesial hanya menargetkan tempat persembunyian teroris beserta infrastruktur pendukungnya dengan prinsip kehati-hatian demi menghindari segala bentuk kerusakan pada Penduduk sipil.

Pakistan dan Afghanistan sempat terlibat dalam salah satu bentrokan perbatasan terburuk pada bulan Maret Lewat yang memakan korban ratusan Penduduk sipil maupun Radikal di kedua sisi. 

Eskalasi berdarah tersebut baru mereda setelah kedua negara menyepakati gencatan senjata pada malam Idulfitri Copot 18 Maret, menyusul desakan mediasi dari Turki, Arab Saudi, dan Qatar. 

Pasca-gencatan senjata, pejabat tinggi dari kedua negara juga sempat menggelar dialog intensif yang dimediasi oleh Beijing di Kota Urumqi, Tiongkok, di mana mereka sepakat Kepada membahas rencana komprehensif guna menyelesaikan kemelut yang memengaruhi Interaksi diplomatik kedua belah pihak.

Baca juga:  Tiga Orang Tewas dalam Serangan Rudal di Perbatasan Pakistan-Afghanistan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *