Liputanindo.id – Serie A – Legenda AC Milan, Ruud Gullit meminta sepakbola Italia Buat kembali mengedepankan DNA mereka sebagai tim dengan lini pertahanan yang solid, bukan terlalu mengikuti arus dengan mengedepankan gaya bermain indah ala tiki-taka.
Era kegelapan yang kini tengah menaungi Negeri Pizza kembali menuai perhatian, salah satunya dari seorang Ruud Gullit. Eks pemain asal Belanda itu sebelumnya pernah menghiasi sepakbola Italia ketika membela AC Milan pada era 80an Tiba awal 90an.
Gullit menjadi bagian dari skuad emas AC Milan yang Bisa menguasai Tak hanya domestik tapi juga di Eropa. Berbarengan Frank Rijkaard dan Marco van Basten, Gullit membangun trio Belanda yang Membikin Milan jadi tim sangat menakutkan.

Era dimana Gullit Lagi aktif bermain itu, Italia Lagi sangat kenal dengan aroma catenaccio yang menjadi identitas Gli Azzurri. Hal yang kini dianggap mulai pudar atau terlalu usang Buat digunakan pada sepakbola modern seperti sekarang.
Meski begitu, bagi Gullit salah satu Metode agar sepakbola Italia Bangun adalah kembali pada marwah mereka sebagai tim dengan lini pertahanan Tangkas. Menurut Gullit, DNA Italia bukanlah sebagai tim yang bermain indah, tapi lebih mengedepankan efektivitas di atas lapangan.
Baca Juga:
Bagi Gullit, Italia Tak perlu sepenuhnya mengikuti sepakbola modern yang banyak mengekor tiki-taka ala Spanyol atau Pep Guardiola. Gullit menegaskan bahwa DNA catenaccio Italia Bisa melahirkan Kembali Bakat Asli berkualitas, terutama Buat area pertahanan.
“Kalian harus kembali ke DNA Italia, Yakni bek-bek yang Tangkas, kiper-kiper handal, dan penyerang-penyerang tajam. Trofi terakhir yang diraih Italia sebagian besar berkat Leonardo Bonucci dan Giorgio Chiellini. Itulah DNA kalian, para bek terbaik,” ujar Gullit dilansir Football Italia.
“Saya Tak bermaksud kalian harus bermain bertahan total, tapi dulu Eksis Paolo Maldini di lini belakang, sementara Fabio Cannavaro memenangkan Ballon d’Or Buat Italia. Pertahanan itu Krusial. Kini Sekalian orang Ingin bermain sepak bola tiki-taka dengan membangun serangan dari area penalti mereka sendiri, tapi itu Tak cocok Buat Sekalian orang.”
Timnas Italia sendiri sebelumnya harus kembali gagal Buat ketiga kali secara beruntun tampil pada ajang akbar seperti Piala Dunia. Gli Azzurri menyerah lewat adu penalti dari Bosnia pada final playoff Area Eropa, memastikan mereka absen di Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Amerika Perkumpulan, Meksiko, dan Kanada.
Selalu update Berita terbaru seputar Serie A hanya di Liputanindo.id
