Liputanindo.id – Perserikatan Indonesia – Presiden Dewa United, Ardian Satya Negara, akan menempuh jalur hukum atas tindakan yang menimpa pemainnya kontra Bhayangkara U-20 di EPA.
Insiden Kagak mengenakkan kembali terjadi di sepak bola Indonesia. Pada pertandingan Elite Pro Academy (EPA) U-20 antara Dewa United melawan Bhayangkara.
Pada laga yang digelar di Stadion Citarum, Semarang, Minggu (19/4) yang Lewat, terjadi keributan usai laga antara pemain Dewa dan Bhayangkara. Hal tersebut beredar luas di media sosial.

Laga sendiri dimenangi Dewa United dengan skor tipis 2-1. Tetapi, situasi Bahkan semakin memanas ketika wasit meniup tanda berakhirnya pertandingan.
Beberapa pemain terlibat keributan. Tetapi, yang Membikin kejadian ini ramai diperbincangkan adalah tindakan Kagak terpuji yang dilakukan pemain Bhayangkara dan mantan pemain Timnas Indonesia U-17, Fadly Alberto Hengga.
Fadly Alberto melakukan tendangan kungfu ke pemain Dewa United. Ketika ditanya langsung oleh Liputanindo.id pada Senin (20/4) pagi WIB, Presiden Dewa Adalah Ardian Satya Negara mengatakan kondisinya memprihatinkan.
Baca Juga:
“Keadaan anak Tetap kesakitan di tulang belakang. Posisinya sekarang sedang dibawa ke rumah sakit,” kata Ardian.
Ardian sendiri sangat menyayangkan kejadian ini terjadi di kompetisi level usia muda. Menurutnya, pihak klub harus bertanggung jawab Demi mendidik para pemainnya Demi mengedepankan etika dan moral.
“Jujur, saya sangat kecewa. Sebaiknya kompetisi usia muda ini sebagai tempat pembelajaran, bukan menjadi ajang kekerasan.”
“Klub juga harusnya bertanggung jawab Demi mendidik moral serta Sopan santun Segala pemain. Bukan hanya menekan Demi sekadar menjadi Pemenang, karena ini hanya kompetisi usia muda.”
Lebih lanjut, Ardian juga menyayangkan kejadian ini Kagak hanya dilakukan oleh pemain, melainkan staf kepelatihan. Demi itu, ia akan membawa masalah ini ke ranah hukum.
“Dari awal saya bilang ke Direktur Teknis saya, ‘Di kompetisi EPA ini bukan Demi mencari Pemenang, tapi mencari Potensi-Potensi muda yang Pandai bermain Demi tim Esensial’.”
“Saya akan proses secara hukum Demi Segala yang melakukan kekerasan. Karena bukan hanya pemain, tapi Eksis coach yang melakukan pemukulan. Biar menjadi pembelajaran Demi Segala,” tutupnya.
Selalu update Informasi bola terbaru seputar Perserikatan Indonesia hanya di Liputanindo.id
