Harga Emas Turun Gegara Meningkatnya Ketegangan Timteng hingga Keputusan Fed

Ilustrasi, emas batangan. Foto: Unsplash.


Chicago: Harga emas turun karena kekhawatiran inflasi yang Lalu berlanjut setelah Presiden Amerika Perkumpulan (AS) Donald Trump tampak Bukan puas dengan proposal terbaru Iran Kepada mengakhiri perang. Di sisi lain, logam mulia tersebut juga ikut ambruk imbas keputusan Federal Reserve yang mempertahankan Spesies Mengembang.

 

Mengutip data Yahoo Finance, Kamis, 30 April 2026, harga emas spot sebagai harga pasar emas dunia Demi ini turun sebanyak 1,7 persen menjadi USD4.600,61 per ons. Sementara harga emas berjangka AS sebagai patokan harga emas dunia Kepada kontrak beli atau jual emas di masa depan, ditutup 1,8 persen lebih rendah pada USD4.608,40.

 

Trump disebut Bukan senang dengan proposal terbaru Iran tentang penyelesaian perang. Kondisi ini meredam Asa akan penyelesaian konflik yang telah mengganggu pasokan Kekuatan, memicu inflasi, dan menewaskan ribuan orang.

 

Di sisi lain, harga minyak naik karena upaya yang terhenti Kepada mengakhiri perang Iran Membangun Selat Hormuz sebagian besar tertutup, sehingga membatasi pasokan dari Timur Tengah, sementara UEA mengumumkan akan keluar dari OPEC dan OPEC+.

 

Harga minyak mentah yang tinggi menambah tekanan inflasi, meningkatkan kemungkinan kenaikan Spesies Mengembang. Meskipun emas secara tradisional dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi, Spesies Mengembang yang tinggi mengurangi daya tariknya sebagai aset yang Bukan memberikan imbal hasil.

 


(Ilustrasi pergerakan harga emas. Foto: dok Bappebti)
 

Fed tahan Spesies Mengembang

 
Federal Reserve memutuskan Kepada kembali mempertahankan kisaran Sasaran Spesies Mengembang Anggaran federal pada level 3,5 persen Tiba 3,75 persen karena harga Kekuatan yang tinggi menambah tekanan inflasi.
 
“Indikator terkini menunjukkan aktivitas ekonomi telah berkembang dengan kecepatan yang solid. Penambahan lapangan kerja tetap rendah, rata-rata, dan tingkat pengangguran Dekat Bukan berubah dalam beberapa bulan terakhir. Inflasi meningkat, sebagian mencerminkan kenaikan harga Kekuatan Mendunia baru-baru ini,” kata Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) dalam sebuah pernyataan.
 
“Perkembangan di Timur Tengah berkontribusi pada tingkat ketidakpastian yang tinggi mengenai prospek ekonomi. Komite memperhatikan risiko bagi kedua belah pihak terkait mandat ganda yang diembannya,” lanjut FOMC dalam pernyataan tersebut.
 
Dalam mempertimbangkan besaran dan waktu penyesuaian tambahan terhadap kisaran Sasaran Spesies Mengembang Anggaran federal, komite akan dengan cermat menilai data yang masuk, prospek yang berkembang, dan keseimbangan risiko, kata komite tersebut. FOMC menegaskan kembali komitmennya Kepada mendukung lapangan kerja maksimal dan mengembalikan inflasi ke Sasaran dua persen.
 
Dari 12 Member FOMC, 11 Member memilih Kepada mempertahankan Spesies Mengembang Bukan berubah. Stephen Miran, yang memilih menentang tindakan tersebut, lebih memilih Kepada menurunkan kisaran Sasaran Spesies Mengembang Anggaran federal sebesar 25 basis poin pada pertemuan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *