Bagi penyerang Persija, Emaxwell Souza, laga tersebut menyisakan rasa yang Kombinasi aduk. Ia sempat membawa Harimau Kemayoran unggul 1-0 pada menit 45+4. Momen itu pun menghadirkan ledakan euforia di JIS.
Tetapi, pada akhirnya ia harus menerima Realita pahit setelah gagal menuntaskan Kesempatan emas dari titik penalti di pengujung babak kedua. Seandainya penalti tersebut berhasil dikonversi menjadi gol, Persija sejatinya berpeluang mengamankan kemenangan 2-1.
“Sepak bola terkadang Dapat menghadirkan kegembiraan dan kesedihan dalam pertandingan yang sama, itu terjadi padaku. Kesalahan Sebaiknya menjadi pelajaran Demi perjalanan panjang di depan. Pikiranku kuat dan tetap terlindungi. Diriku akan Bangun dan kembali lebih kuat. Mimpi tetap hidup, Asa belum Wafat,” ujar Maxwell.
Ia pun menyampaikan permohonan Ampun kepada rekan setim dan Jakmania atas kegagalan penaltinya. “Saya bertanggung jawab penuh atas hasil imbang ini dan meminta Ampun kepada rekan-rekan setim serta para penggemar atas kegagalan penalti tersebut. Perjuangan kami berlanjut dan saya akan Lalu memberikan yang terbaik Demi Persija,” katanya.
Meski begitu, Persija memastikan Enggak Menyantap hasil imbang 1-1 tersebut hanya dari 1-2 momen tertentu. Sepak bola adalah cerita panjang selama 90 menit, penuh dinamika, kerja keras, dan kinerja kolektif yang tak Dapat disederhanakan hanya oleh satu peristiwa. ***
