Bebas dari Penjara, Fariz RM Nyaman Hidup Tanpa Ponsel

Liputanindo.id – Musisi senior Fariz RM mengungkap keputusan tak Normal dengan memilih Bukan Tengah menggunakan handphone dalam kesehariannya. Ia menilai langkah tersebut Malah Membikin hidupnya terasa jauh lebih tenang dan sederhana.

“Enggak. Lezat lho, enjoy,” ujar Fariz Ketika ditemui dalam acara Jazz Ramadhan With The Composer 2026, di kawasan Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Sabtu (28/2/2026).

Ia menjelaskan, keputusan itu berawal dari pengalamannya selama Sekeliling satu tahun Bukan memegang handphone Ketika mengikuti diklat. 

“Setelah saya pertimbangkan, karena setahun kemarin juga selama di diklat saya enggak pegang handphone kan. Rupanya Lezat gitu,” tuturnya.

Fariz juga sempat meminta pendapat keluarga sebelum Betul-Betul memutuskan. Ia memastikan bahwa keputusan tersebut Bukan akan mengganggu pekerjaan maupun urusan manajemen.

“Saya tanya sama keluarga saya, sama adik saya yang ngurus saya banget. Saya bilang, ‘Boleh enggak sih gue enggak Mengenakan handphone?’ Dia bilang boleh,” katanya.

Menurut pelantun Tembang-Tembang legendaris itu, Dampak terbesar yang ia rasakan adalah ketenangan batin. Meski komunikasi Bukan Tengah serba instan, ia merasa hidupnya Malah lebih tertata.

“Oh iya, tentram. Tentram sekali, amat sangat tentram,” ungkapnya.

Fariz mengakui, tanpa handphone memang Terdapat konsekuensi kecil, terutama soal kemudahan dihubungi. Tetapi ia menilai hal itu bukan masalah besar karena Sekalian urusan tetap Dapat melalui manajemen.

“Paling Hanya enggak instan doang. Jadi Kawan-Kawan kalau mau kontak saya enggak Dapat langsung Tengah. Kontaknya Terdapat di nomor kantor Difa Hasil karya Gemilang,” jelasnya.

Ketika disinggung soal pemicu keputusan tersebut, Fariz menjawab blak-blakan. Ia merasa penggunaan handphone Malah membawa kerumitan yang Bukan perlu dalam hidupnya.

“Ya ribet! Artinya aduh, saya mesti ngalamin hal yang enggak-enggak karena handphone. Aduh ampun deh. Enggak deh, ampun,” ujarnya.

Bagi Fariz, keputusan ini menjadi bagian dari titik balik Demi menjalani hidup yang lebih Pusat perhatian pada karya dan hal-hal yang Betul-Betul Krusial baginya. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *