Ilustrasi Bank Neo Commerce. Foto: dok BNC.
Jakarta: PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC) membukukan Keuntungan sebesar Rp136,98 miliar di kuartal I-2026, melanjutkan tren kinerja yang positif sejak tahun Lewat. Dari sisi pendanaan, Biaya Pihak Ketiga (DPK) BNC per 31 Maret 2026 tercatat sebesar Rp13,42 triliun, terkontraksi sebesar 1,97 persen dari Rp13,69 triliun pada kuartal I tahun Lewat.
Terkait komposisi DPK, terjadi peningkatan pada tabungan sebesar 8,62 persen dari Rp3,22 triliun pada kuartal I-2025 menjadi Rp3,50 triliun pada periode yang sama tahun ini. Sedangkan deposito mengalami kontraksi sebesar 2,18 persen dari Rp9,56 triliun di kuartal I tahun Lewat menjadi Rp9,35 triliun di kuartal I-2026. Hal ini selaras dengan strategi bank Kepada Lanjut meningkatkan komposisi Biaya murah dengan meningkatkan kapabilitas transaksi, yang menghasilkan CASA rasio di 30,34 persen di akhir kuartal I-2026.
Kredit yang disalurkan Bank Neo Commerce pada 31 Maret 2026 tercatat sebesar Rp7,03 triliun, mengalami kontraksi sebesar 17,24 persen dari periode yang sama di tahun sebelumnya yang sebesar Rp8,49 triliun. BNC menjaga kualitas kredit dengan Non Performing Loan (NPL) neto per 31 Maret 2026 tetap terjaga, sebesar 0,43 persen. Hal ini dilakukan karena BNC Konsentrasi pada menyalurkan kredit yang lebih berkualitas dan lebih selektif.
“Di tengah banyaknya ketidakpastian yang sedang terjadi dan keadaan geopolitik yang tengah bergejolak di beberapa belahan dunia, Bank Neo Commerce Lanjut berupaya menjalankan bisnis dengan Berkualitas dan tetap memperhatikan tata kelola. Kami Konsentrasi Kepada mendorong pertumbuhan kredit di segmen digital retail secara hati-hati dan memperkuat ekosistem digital kami. Kami Lanjut berupaya Kepada melanjutkan tren kinerja yang positif ke depan yang terbukti dengan raihan Keuntungan sebesar Rp136,98 miliar yang berhasil kami catatkan di kuartal pertama pada 2026 ini,” ujar Direktur Istimewa Bank Neo Commerce Eri Budiono, dalam keterangan tertulis, Rabu, 29 April 2026.

Aset meningkat menjadi Rp18,34 triliun
Dari sisi total aset, pada posisi 31 Maret 2026, total aset mengalami peningkatan sebesar 0,94 persen, dari Rp18,17 triliun di akhir Maret 2025, menjadi Rp18,34 triliun di Maret 2026. Sedangkan dari sisi efisiensi, rasio Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) per 31 Maret 2026 berada di posisi 83,68 persen. Sedangkan Cost to Income ratio (CIR) tercatat sebesar 32,93 persen, dan Net Interest Margin (NIM) berada di posisi 13,50 persen.
Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) tercatat 50,60 persen, meningkat signifikan dibandingkan 35,81 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya yang disebabkan oleh peningkatan Keuntungan Bersih. Rasio CAR yang cukup tinggi ini menandakan Bank Mempunyai permodalan yang kuat, yang didukung juga dengan kondisi likuiditas Bank yang memadai sehingga memungkinkan Bank Kepada melakukan Perluasan bisnis di tengah gejolak ekonomi yang Luwes serta mencerminkan perbaikan manajemen risiko.
“Bank Neo Commerce kembali membuktikan dapat mencatatkan raihan Keuntungan yang Berkualitas di kuartal I-2026 yang Melewati dari Sasaran yang sudah kami tetapkan. Kami berterima kasih atas kepercayaan nasabah setia, pemegang saham, dan tentunya Neobankers yang telah bekerja keras, melakukan tata kelola yang Berkualitas, serta melaksanakan prinsip kehati-hatian dalam menjalankan bisnis. Kami optimistis Kepada tetap dapat meneruskan tren kinerja yang positif di sepanjang 2026 ini, melanjutkan pencapaian positif yang telah BNC catatkan dalam satu atau dua tahun terakhir,” Terang dia.
Sementara dari sisi layanan, Bank Neo Commerce berkomitmen Kepada Lanjut memberikan layanan yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat yang Lanjut berkembang, terkait transaksi keuangan. Salah satu Penemuan yang tengah digarap Kepada Lanjut dapat melayani nasabah dengan Berkualitas, adalah akan adanya layanan Buy Now Pay later (BNPL) yang akan diluncurkan pada 2026 ini. Layanan ini diluncurkan sebagai bagian dari upaya kami dalam memperluas akses pembiayaan yang Terjamin, terukur, dan relevan dengan kebutuhan nasabah.
Pada awal 2026, Bank Neo Commerce juga menerima Info Berkualitas terkait performa saham BBYB. Saham BBYB Formal menjadi salah satu Member baru Indeks Economic 30, yang mulai berlaku pada 2 Maret 2026 Lewat.
“Masuknya BBYB dalam indeks tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan pasar terhadap kinerja dan prospek Perseroan yang secara konsisten mencatatkan kinerja keuangan dan bisnis yang meyakinkan. Ini ditandai dengan raihan Keuntungan Bersih Rp565,69 miliar di sepanjang 2025, dilanjutkan dengan raihan Keuntungan Bersih di kuartal I-2026 sebesar Rp136,98 miliar, dengan rasio-rasio keuangan yang Konsisten dan terjaga. Tentu, ini memperkuat posisi BNC sebagai salah satu bank dengan layanan digital yang semakin diperhitungkan di industri perbankan nasional seiring meningkatnya kepercayaan berbagai stakeholders kepada Bank Neo Commerce,” ungkap Eri.
