Banyak Orang Tumbang Usai Makan MBG, BGN: Bukan Keracunan

Liputanindo.id – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi dan Penyelidikan, Nanik Sudaryati Deyang, menyoroti banyaknya misinformasi soal proyek Makan Bergizi Gratis (MBG).

Contohnya seperti dugaan Intervensi benda asing dalam makanan hingga isu keracunan massal di sejumlah daerah.

“Sejumlah kejadian memang terjadi di lapangan, Tetapi Kagak jarang narasinya berkembang secara berlebihan bahkan menjadi hoaks. Oleh karena itu, seluruh pengelola SPPG lebih Bagus Pusat perhatian memperhatikan secara ketat proses pengolahan makanan agar kualitas dan keamanan pangan tetap terjaga,” katanya, Minggu kemarin.

Nanik juga mencontohkan salah satu menu MBG yang sempat viral di medsos karena disebut hanya berisi mie dan satu buah pisang. Tetapi, setelah dikonfirmasi kepada SPPG dan pihak sekolah penerima manfaat, Rupanya menu tersebut juga dilengkapi dengan ayam.

Kasus lain adalah video yang ramai beredar mengenai penolakan Program MBG di MTs 4 dan MAN 8 di Cilincing, Jakarta Utara. Setelah dicek, Rupanya di Kawasan Cilincing Kagak terdapat sekolah dengan nama MTs 4 maupun MAN 8.

Selain itu, juga sempat ramai kasus di Purworejo, Jawa Tengah, yang awalnya dikaitkan dengan MBG, Tetapi setelah ditelusuri Rupanya berkaitan dengan konsumsi makanan dari acara hajatan masyarakat.

Nanik menekankan bahwa pengelolaan makanan dalam jumlah besar tentu Mempunyai tantangan tersendiri, terutama dalam memastikan tingkat kematangan dan standar kebersihan.

“Ini masaknya sudah Mengenakan berbagai alat-alat modern tapi Tetap Eksis keracunan, ya kan? Sebetulnya, bukan keracunan, kalau menurut saya adalah lebih pada sistem tata kelola,” ujarnya.

Nanik juga mengingatkan kembali kepada SPPG tentang pentingnya standar sanitasi makanan, utamanya terkait penggunaan pemanas air dalam proses pencucian ompreng di dapur MBG, sebagai bagian dari upaya menjaga higienitas peralatan makan yang digunakan dalam Program MBG.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *