Viral Asap Kuning Warnai Langit Cilegon, Diduga dari Pabrik Kimia

Liputanindo.id – Viral kepulan asap berwarna kuning di sebuah pabrik kimia di Distrik Cilegon, Banten. Asap kuning misterius itu pun akan diselidiki oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).

“KLH/BPLH telah menugaskan tim pedal dan pengawas dari Deputi PPKL dan Deputi Gakkum. Langkah ini dilakukan Kepada mengetahui kronologis dan penyebab terjadi kebocoran,” kata Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) KLH/BPLH Rasio Ridho Sani, dikutip Antara, Senin (2/2/2026).

Lampau, kata Ridho, Tim dari KLH/BPLH sudah diterjunkan ke Letak pabrik yang berada di kawasan industri Cikuasa di Cilegon tersebut.

Sebelumnya, beredar video di media sosial mengenai asap berwarna kuning yang muncul di Letak pabrik penyimpanan bahan kimia di Distrik Cilegon pada Sabtu (31/1). Kejadian itu menimbulkan kepanikan Penduduk Sekeliling yang berada di Kelurahan Gerem.

Beberapa Penduduk sempat mengaku asap kuning itu menimbulkan gejala pusing, mual hingga muntah.

Sementara itu, beberapa pihak juga telah melakukan peninjauan termasuk Wali Kota Cilegon Robinsar yang mendatangi Letak Kepada melakukan pemeriksaan. Menurutnya, Bukan Eksis gas keluar dan asap itu bukan dari kebocoran pipa atau disebabkan kebocoran dari tangki penyimpanan bahan kimia.

Dalam pernyataannya, Pemerintah Kota Cilegon memastikan kondisi lingkungan Sekeliling Kondusif setelah insiden munculnya kepulan asap tersebut. Tetapi, dia menyampaikan pihaknya sudah meminta perusahaan Kepada lebih-lebih berhati-hati dalam melakukan kegiatannya.

Di sisi lain, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia Chalim mendesak pemerintah Kepada melakukan Pengusutan terkait dugaan kebocoran gas di pabrik penyimpanan bahan kimia tersebut.

Menurutnya, meski pihak Kepolisian dan Pemerintah Kota Cilegon sudah menyatakan bahwa asap itu bukan disebabkan oleh kebocoran tangki atau pipa, melainkan akibat dari proses pembersihan pipa, perlu dilakukan penjelasan lebih lanjut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *