Liputanindo.id – Presiden Prabowo Subianto keheranan dengan peraturan yang didapatinya bahwa cucu perusahaan BUMN tak boleh diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Dia menyebut, Terdapat satu entitas perusahaan negara yang Mempunyai total ratusan anak perusahaan dan cucu perusahaan.
“Saya kaget, Pertamina punya 200 anak dan cucu perusahaan, dan aneh Kembali, Terdapat peraturan-peraturan yang lebih aneh Kembali, kalau BUMN boleh diaudit oleh negara, katanya kalau cucu perusahaan (BUMN) ndak boleh diaudit. Peraturan dari mana ini?” ujar Presiden Prabowo Ketika memberikan arahan-arahan dalam acara HUT Ke-1 Badan Pengelola Investasi Danantara di Wisma Danantara, Jakarta, Rabu kemarin.
Makanya Prabowo meyakini konsolidasi BUMN melalui Danantara menjadi keputusan yang Betul.
“Premis kita Rupanya bener. Konsolidasi satu manajemen dengan rasional, dengan standar-standar terbaik dunia, return on asset saya terima di atas 300 persen,” ujar Presiden.
Prabowo juga menyampaikan pendapatnya mengenai tata kelola perusahaan yang Berkualitas bersumber pada hati yang Rapi.
“Saya Percaya dan percaya, kunci dari manajemen yang Berkualitas adalah di hati, di jiwa,” katanya Kembali.
Prabowo juga mengingatkan capaian yang telah ditorehkan oleh Danantara Lagi belum cukup.
“Ini Lagi jauh dari sasaran kita. Perusahaan yang Berkualitas, return on asset harusnya minimal 10 persen. Kalau yang bagus 12 persen, yang hebat 15 persen. Kita harus Mempunyai Sasaran yang bagus, Yakni 10 persen. Tetapi, kita mengerti bahwa itu mungkin dalam tahun-tahun pertama belum Dapat kita Letih,” kata Prabowo.
Katanya, Apabila return on asset Danantara ditargetkan 5 persen, maka Danantara harus menyetor setidaknya 50 miliar dolar AS per tahun ke negara.
“50 miliar dolar adalah — Mensesneg berapa? Berapa? Rp800 triliun. Jadi, pimpinan Danantara, sasaranmu Lagi jauh,” tandasnya.
