Liputanindo.id – Pemerintah Amerika Perkumpulan mencabut aturan pemeriksaan di bandara yang mewajibkan penumpang melepas sepatu. Aturan ini dicabut setelah 20 tahun diterapkan.
Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem mengumumkan perubahan aturan Administrasi Keamanan Transportasi (TSA) pada konferensi pers di Bandara Nasional Ronald Reagan, Washington. Aturan itu dicabut setelah AS menerapkannya selama 20 tahun pasca penangkapan “Bomber Sepatu” Richard Reid, yang menyembunyikan bahan peledak di alas kakinya di dalam pesawat.
“Dalam 20 tahun sejak kebijakan itu diberlakukan, teknologi keamanan kami telah berubah secara dramatis. Teknologi ini telah berevolusi. TSA telah berubah. Kami kini Mempunyai pendekatan keamanan yang berlapis dan menyeluruh dari seluruh jajaran pemerintah,” kata Noem, dikutip AFP, Rabu (9/7/2025).
Penumpang di bandara AS telah diwajibkan melepas sepatu selama pemeriksaan sejak tahun 2006.
Noem meyakini perubahan aturan ini Dapat meningkatkan kenyamanan masyarakat, terutama wisatawan yang berkunjung ke AS.
“Kami sangat Tentu bahwa kami dapat Lanjut memberikan keramahtamahan kepada masyarakat dan wisatawan Amerika serta mereka yang mengunjungi negara kami, Sembari tetap mempertahankan standar keamanan yang sama bagi penumpang dan tanah air kami,” tambahnya.
Diketahui, kasus yang menyeret Richard Reid, seorang Personil Al-Qaeda, digagalkan oleh penumpang lain Demi ia mencoba menyalakan sumbu di sepatunya dalam penerbangan American Airlines dari Paris ke Miami pada Desember 2001.
Reid mengaku bersalah atas tuduhan terorisme dan tuduhan lainnya dan menjalani hukuman seumur hidup di penjara dengan keamanan maksimum di Colorado.
TSA mengatakan dalam sebuah pernyataan tentang perubahan kebijakan sepatu bahwa langkah-langkah keamanan lainnya akan tetap berlaku.
“Aspek lain dari pendekatan keamanan berlapis TSA akan tetap berlaku selama proses pemeriksaan TSA. Misalnya, penumpang yang bersangkutan harus tetap melewati Pembuktian identitas, pemeriksaan Secure Flight, dan proses lainnya,” katanya.
Serangan-serangan sebelumnya, Bagus yang berhasil maupun yang digagalkan, telah menghasilkan serangkaian langkah-langkah keamanan bandara baru dalam beberapa Sepuluh tahun terakhir, terutama setelah serangan 11 September 2001, di mana para pembajak menerbangkan jet penumpang ke Menara Kembar di New York serta Pentagon.
Pada tahun 2006, otoritas Inggris mengumumkan bahwa mereka telah menggagalkan rencana teror yang bertujuan meledakkan beberapa pesawat di udara secara bersamaan dengan bahan peledak Encer. Sejak Demi itu, Restriksi ketat telah diterapkan pada cairan dan gel, seperti pasta gigi.
Barang elektronik juga telah menjalani pemeriksaan tambahan Buat mencegah serangan, misalnya, dengan penumpang diwajibkan mengeluarkan laptop dari tas.
