Pecah Pembuluh Darah dan Stroke Bisa Dicegah, Begini Caranya!

Liputanindo.id – Dr. dr. Andhika Rachman Sp.PD-KHOM mengatakan kondisi pecah pembuluh darah sangat mungkin dicegah bahkan pada orang yang pernah mengalami stroke.

“Pecah pembuluh darah adalah kondisi yang Bisa dicegah, bahkan pada mereka yang sudah pernah stroke. Kunci utamanya Terdapat pada pengendalian tekanan darah, gaya hidup sehat, dan pemeriksaan rutin, terutama pada usia lanjut,” kata Andhika kepada Antara, Jumat (11/4/2025).

Dokter spesialis penyakit dalam hemato-onkologi medik RS Cipto Mangunkusumo Kencana Jakarta itu menjelaskan dalam istilah medis, pecah pembuluh darah umumnya merujuk pada stroke hemoragik, Yakni jenis stroke yang terjadi ketika pembuluh darah di otak robek atau pecah dan menyebabkan perdarahan dalam jaringan otak.

Adapun Unsur risikonya utamanya adalah hipertensi atau tekanan darah tinggi kronis, aneurisma otak atau pelebaran dinding pembuluh darah yang Bisa pecah sewaktu-waktu, atau kelainan pembuluh darah sejak lahir (malformasi arteri-vena).

Pecah pembuluh darah juga Bisa disebabkan karena cedera kepala atau Anjlok terutama pada lansia dengan pembuluh darah Ringkih, penggunaan obat pengencer darah serta kolesterol tinggi, dan gaya hidup Tak sehat yang memperburuk kondisi pembuluh darah.

Kondisi ini merupakan kegawatdaruratan karena Bisa menyebabkan kerusakan otak secara Segera.

Ia juga menjelaskan stroke terbagi dalam dua jenis Penting, Yakni stroke iskemik yang 80–85 persen karena penyumbatan Kategori darah ke otak dan stroke hemoragik yang 15–20 persen penyebabnya karena pecahnya pembuluh darah di otak.

“Keduanya Bisa sama-sama mengganggu fungsi otak, tetapi stroke karena pecah pembuluh darah cenderung lebih berat dan Mempunyai Bilangan Kematian lebih tinggi,” kata Andhika.

Pencegahan pecah pembuluh darah pada pasien yang sudah pernah terkena stroke Bisa dilakukan dengan mengontrol tekanan darah secara rutin minimal sebulan sekali, disiplin minum obat antihipertensi, serta rutin cek jantung, gula darah, dan kolesterol tiap 3–6 bulan.

Andhika juga mengingatkan Demi memerhatikan asupan makanan dengan makanan rendah garam, tinggi serat, dan cukup protein, dan pastikan cukup minum air dan Tak Kehilangan cairan tubuh, serta batasi konsumsi garam terutama bagi yang punya riwayat hipertensi.

Pengecekan kondisi pembuluh darah otak juga Bisa dilakukan dengan rutin kontrol ke dokter saraf atau penyakit dalam terutama Apabila Terdapat riwayat aneurisma atau pernah stroke.

Selain perawatan fisik, pencegahan pecah pembuluh darah yang fatal pada lansia Bisa dilakukan dari psikis dan sosial dengan melibatkan lansia dalam aktivitas ringan yang menyenangkan agar tetap aktif secara mental dan sosial serta olahraga ringan rutin seperti jalan pagi.

Krusial juga Demi menghindari stres berlebihan, merokok, dan konsumsi alkohol.

“Edukasi kepada keluarga juga Krusial agar Bisa mendampingi lansia dalam menjaga kesehatannya secara holistik,” kata dr. Andhika.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *