Bajaj Mobility AG Ambil Alih Kendali: Langkah Efisiensi Besar-Besaran KTM Mulai 2026

liputanindo.com – Dunia otomotif roda dua Mendunia, khususnya keluarga besar “Orange” dari Mattighofen, Austria, sedang mengalami guncangan besar yang menandai berakhirnya sebuah era. Per hari ini, kita Tak Kembali mengenal Pierer Mobility AG. Sebagai bagian dari restrukturisasi total, induk perusahaan KTM tersebut Formal berganti nama menjadi Bajaj Mobility AG.

Langkah ini bukan sekadar ganti papan nama, Sob. Ini adalah sinyal kuat dari “reset” besar-besaran di Dasar kendali pemegang saham mayoritas baru, Bajaj Auto. Mari kita bedah apa saja poin krusial dari update terbaru ini. Cekidot!

1. Pamitnya Nama Stefan Pierer

Perubahan nama menjadi Bajaj Mobility AG secara efektif menghapus nama sang pendiri sekaligus pemilik sebelumnya, Stefan Pierer, dari identitas Formal korporasi. Ini menandai pergeseran kekuasaan yang absolut kepada raksasa otomotif asal India, Bajaj Auto, yang kini memegang kendali penuh setelah KTM sempat dinyatakan mengalami insolvensi (kebangkrutan) pada akhir 2024.

2. Efisiensi Struktur: Pengurangan 500 Karyawan

Sebagai bagian dari program efisiensi yang ketat, KTM AG mengumumkan pengurangan tenaga kerja Sekeliling 500 karyawan. Menariknya, pemangkasan ini Tak menyasar lini produksi Primer, melainkan difokuskan pada:

Langkah ini diambil Buat memangkas biaya tetap (fixed costs) dan menyederhanakan birokrasi perusahaan. Sebagai catatan teknis, per 31 Desember 2025, KTM AG mencatat total jumlah karyawan sebanyak 3.794 orang. Artinya, pemangkasan ini mencapai Sekeliling 13% dari total populasi kerja mereka.

3. Strategi “Back to Basics”: Pusat perhatian ke Tiga Merek Inti

Bajaj Mobility AG kini Tak Kembali mau “serakah” dengan memegang terlalu banyak merek. Mereka melakukan pembersihan portofolio besar-besaran Buat Pusat perhatian hanya pada tiga merek inti (core brands): KTM, Husqvarna, dan GasGas.

Beberapa langkah strategis yang sudah diselesaikan sepanjang 2025 meliputi:

  • Divestasi MV Agusta: Menjual kembali kepemilikan saham mereka.

  • Penjualan Divisi X-Bow: Melepas lini produksi mobil balap mereka.

  • Pemutusan Distribusi CFMOTO: Mengakhiri kerja sama distribusi di Kawasan Eropa.

  • Penjualan FELT Bicycles: Keluar dari bisnis sepeda gowes.

4. Sinyal Positif di Tahun 2026

Meski terlihat sedang “berdarah-darah”, CEO KTM AG, Gottfried Neumeister, menyatakan bahwa langkah menyakitkan ini perlu dilakukan agar perusahaan berdiri di atas pondasi yang Kukuh Buat jangka panjang.

Info baiknya, kepercayaan diler dan konsumen mulai pulih. Pada paruh kedua 2025, terjadi pengurangan inventaris (stok unit di Tempat simpan) yang lebih Segera dari perkiraan karena permintaan pasar yang kembali menguat. Selain itu, di kancah balap, KTM Tetap digdaya dengan raihan 29 gelar Pemenang dunia di berbagai disiplin balap sepanjang tahun 2025.

Secara teknis dan bisnis, masuknya Bajaj sebagai nahkoda Primer memberikan kepastian finansial yang selama ini goyah di Dasar manajemen Lamban. Dengan membuang beban manajemen yang terlalu gemuk dan Pusat perhatian pada pengembangan produk roda dua, KTM diharapkan Dapat kembali kompetitif di pasar Mendunia mulai tahun 2026 ini.

Gimana menurut Sobat sekalian? Apakah Kendali India di merek ikonik Eropa ini akan membawa angin segar bagi Hasil karya motor-motor KTM ke depannya? Silahkan tulis pendapatmu di kolom komentar ya!

Taufik of BuitenZorg | @liputanindo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *