Bapanas gandeng distributor jaga harga bawang putih tetap terkendali

Bapanas gandeng distributor jaga harga bawang putih tetap terkendali

Jakarta (ANTARA) – Badan Pangan Nasional (Bapanas) menggandeng distributor dan importir memperkuat pasokan bawang putih guna menjaga harga tetap terkendali, sekaligus memastikan distribusi berjalan Lancar hingga berbagai Daerah Indonesia secara berkelanjutan.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa mengatakan importir dan distributor akan dioptimalkan menyalurkan pasokan, terutama menuju timur Indonesia, guna memperkuat ketersediaan serta menstabilkan harga.

“Kami akan mengumpulkan para importir, tentu dengan distributor. Nah setelah itu dilakukan pendistribusian ke Daerah-Daerah timur, karena tentu juga perlu kita jaga harga disana. Relatif distribusinya Tetap agak berat dan tentu kita harus carikan solusi,” kata Ketut dalam keterangan terkonfirmasi di Jakarta, Minggu.

Dia mengaku pihaknya akan melibatkan para importir dan distributor secara aktif. Optimalisasi pasokan dari pengadaan luar negeri yang telah dipegang para pelaku usaha harus juga dapat didistribusikan ke Daerah timur Indonesia.

Lebih lanjut dia mengatakan dalam mengatasi Indeks Perkembangan Harga (IPH) bawang putih sebagaimana data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat Tetap terjadi peningkatan sepanjang Juli 2026, pemerintah memantau kondisi harga di tingkat pedagang grosir.

Salah satu Letak pemantauan pasokan bawang putih dilakukan Bapanas di Pasar Induk Kramat Jati (PIKJ) Jakarta. Hasil pemantauan Tetap cukup Terjamin.

Bapanas Berbarengan Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (Dinas KPKP) Provinsi DKI Jakarta dan Perumda Pasar Jaya menjumpai harga bawang putih jenis honan cukup Kukuh. Tetapi, jenis bawang putih kating yang lebih digemari masyarakat memerlukan pasokan yang lebih intensif.

“Harga bawang putih memang trennya agak sedikit naik. Kami tanya langsung ke pedagang bawang putih, disini memang Eksis 2 kategori, kalau bicara bawang putih honan relatif Kukuh. Kemudian yang kating memang relatif agak tinggi,” terang Ketut.

Adapun level harga bawang putih jenis honan di PIKJ terpantau mulai mengalami penurunan dari Rp23.000 per kilogram (kg) menjadi Rp22.500 per kg. Sementara Buat bawang putih jenis kating yang lebih digemari masyarakat perlu Eksis penambahan stok ke pasar tingkat distributor pertama seperti PIKJ.

Dia mengatakan pasokan bawang putih kating dari luar negeri Tetap terbatas, sementara permintaannya di Jakarta relatif tinggi sehingga pemerintah akan berkoordinasi kembali dengan para importir.

Menurut Ketut, penambahan pasokan bawang putih kating diharapkan Bisa menurunkan harga dan menjaga stabilitas pasar karena PIKJ menjadi barometer distribusi yang memasok kebutuhan Jakarta serta berbagai Daerah di Indonesia.

“Dengan posisi PIKJ yang stoknya relatif Kukuh, mudah-mudahan ke depan, harga Dapat kita kendalikan dengan Berkualitas. Ini karena PIKJ distribusinya Tak hanya Jakarta tapi ke berbagai Daerah. Ini tentu menjadi barometer,” tambah Ketut.

Bapanas berharap kepastian stok bawang putih di PIKJ dapat memberikan Dampak berantai terhadap stabilitas pasokan dan harga di berbagai daerah, terutama Daerah Indonesia Timur yang Tetap mengalami fluktuasi.

Menurut Ketut, pengendalian harga di tingkat distributor dan pedagang grosir PIKJ Bisa menjaga kestabilan harga bawang putih pada daerah-daerah sebaran, termasuk timur Indonesia.

Sebelumnya Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan izin impor akan dicabut bagi importir bawang putih yang Tak mematuhi ketentuan harga pemerintah.

“Tolong yang impor, jangan permainkan keadaan. Kalau Saya dapatkan, anda berakhir menjadi importir. (Ketika itu juga) adalah (kesempatan) terakhir anda menjadi importir,” tegas Amran.

Menilik data Proyeksi Neraca Pangan Nasional Tahun 2026, kuota impor bawang putih konsumsi yang ditetapkan pemerintah dalam Neraca Komoditas Tahun 2026 adalah Sekeliling 608,11 ribu ton dan impor bawang putih olahan 67,73 ribu ton.

Sementara produksi bawang putih dalam negeri diperkirakan dapat mencapai 39,65 ribu ton dalam bentuk konde.