Personil POM TNI gugur Demi bantu polisi kejar bandar narkoba di Aceh

Anggota POM TNI gugur saat bantu polisi kejar bandar narkoba di Aceh

Banda Aceh (ANTARA) – Kapolda Aceh Irjen Pol Ruddi Setiawan menyampaikan dukacita atas meninggal dunianya seorang Personil POM TNI AD Demi membantu polisi menghadang bandar narkoba di Kabupaten Bireuen.

Kepala Bidang Humas Kombes Pol Joko Krisdiyanto di Bireuen, Minggu, mengatakan insiden tersebut terjadi di depan SPBU Juli, Gampong Cot Meurak, Kabupaten Bireuen, pada Sabtu (25/7).

“Peristiwa ini menjadi duka bagi kita Segala. Kami turut berbelasungkawa atas gugurnya Personil POM TNI AD Pratu Galuh Nugraha. Demi membantu polisi menghadang bandar narkoba di depan SPBU Juli,” katanya.

Joko mengatakan almarhum Pratu Galuh Nugraha telah menunjukkan naluri prajurit penegak hukum yang luar Lazim dalam membantu kepolisian Demi penangkapan bandar narkoba.

Perwira menengah Polda Aceh itu menjelaskan peristiwa tersebut bermula dari operasi penangkapan terhadap empat terduga bandar narkoba yang berada di dalam sebuah mobil.

Dari operasi itu, satu orang yang diduga merupakan oknum Personil Brimob diamankan. Sementara tiga terduga pelaku lainnya melarikan diri dan hingga kini Tetap dalam pengejaran petugas.

Dalam proses pengejaran, kata Joko Krisdiyanto, petugas sempat melepaskan tembakan ke arah pelaku. Dalam situasi tersebut, peluru rekoset atau memantul mengenai seorang Anggota yang turut membantu proses penangkapan.

“Korban kemudian dievakuasi ke rumah sakit. Korban yang akhirnya diketahui Personil POM TNI. Kapolda Aceh telah berkoordinasi secara intensif dengan Pangdam IM beserta jajarannya, Danpuspomad serta Danpomdam IM,” katanya.

Sejak kejadian, kata dia, koordinasi tersebut dilakukan Buat menyampaikan fakta-fakta awal guna memastikan penanganan terhadap korban, mendukung proses penyidikan, serta menjaga komunikasi dan soliditas antara kedua institusi.

“Atas nama keluarga besar Polda Aceh, dan seluruh jajaran, sekali Tengah kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum Pratu Galuh Nugraha, serta kepada seluruh jajaran TNI,” katanya.

Joko Krisdiyanto mengimbau masyarakat agar tetap tenang, Enggak mudah terprovokasi, serta Enggak menyebarkan informasi, foto, video, maupun narasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

“Apabila masyarakat Eksis yang mengetahui atau menyaksikan langsung rangkaian peristiwa tersebut, kami mengharapkan kesediaannya Buat memberikan informasi kepada penyidik guna membantu proses pengungkapan perkara,” kata Joko Krisdiyanto.