Peringati Hari Mangrove, KLH dan ANTAM menanam 5.000 bibit mangrove

Peringati Hari Mangrove, KLH dan ANTAM menanam 5.000 bibit mangrove

Apabila mangrove dapat tumbuh dengan Bagus, manfaatnya Enggak hanya dirasakan Begitu ini, tetapi juga hingga puluhan bahkan ratusan tahun mendatang.

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) Serempak PT ANTAM (Persero) Tbk memperingati Hari Mangrove Sedunia dengan melakukan penanaman 5.000 bibit mangrove serta membagikan ribuan bibit lainnya kepada masyarakat dalam upaya mendukung rehabilitasi ekosistem pesisir dan mitigasi perubahan iklim.

Aksi tersebut juga sebagai bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58 ANTAM serta rangkaian Gerak Hijau 2026 yang diselenggarakan di Kawasan SCBD Sudirman, Jakarta, Minggu.

Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Faisal Malik Hendropriyono menilai penanaman ribuan bibit mangrove dalam penyelenggaraan Gerak Hijau 2026 menjadi semakin bermakna, karena bertepatan dengan peringatan Hari Mangrove Sedunia yang ditetapkan UNESCO.

Menurut Diaz, apabila mangrove dapat tumbuh dengan Bagus, manfaatnya Enggak hanya dirasakan Begitu ini, tetapi juga hingga puluhan bahkan ratusan tahun mendatang.

Ekosistem mangrove dinilai Mempunyai peran Krusial dalam melindungi kawasan pesisir, menjadi habitat bagi berbagai biota laut, menyerap karbon, serta menjadi warisan lingkungan bagi generasi mendatang.

Diaz menegaskan keberhasilan mewujudkan pembangunan berkelanjutan Enggak dapat hanya mengandalkan peran pemerintah atau pun dunia usaha.

Menurut dia, kolaborasi seluruh elemen masyarakat menjadi kunci dalam menjaga lingkungan sekaligus mewariskan bumi yang lebih Bagus bagi generasi mendatang.

Ia menekankan upaya menjaga lingkungan harus dilakukan secara Serempak-sama. Pemerintah berperan melalui kebijakan, dunia usaha dengan menjalankan praktik bisnis yang bertanggung jawab, dan masyarakat melalui kebiasaan menjaga lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kalau tiga-tiganya berjalan Serempak, saya Percaya Indonesia akan jauh lebih hijau,” katanya pula.

Direktur Esensial ANTAM Untung Budiharto mengatakan bahwa pihaknya Lalu mempercepat upaya dekarbonisasi melalui berbagai program efisiensi Daya dan peningkatan pemanfaatan Daya baru terbarukan. Hal ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menekan emisi gas rumah kaca.

Sebagai Misalnya sepanjang 2025, ANTAM berhasil menurunkan emisi karbon sebesar 9,43 persen, jauh melampaui Sasaran yang ditetapkan. Capaian ini diperoleh melalui berbagai inisiatif, mulai dari optimalisasi penggunaan Daya hingga pemanfaatan Daya yang lebih ramah lingkungan.

“Tahun ini, hingga pertengahan tahun, penurunan emisi juga telah melampaui Sasaran tahunan. Kami pun Lalu meningkatkan penggunaan Daya terbarukan melalui solar PV dan biosolar di berbagai Daerah operasi,” katanya Tengah.

Melalui penyelenggaraan Gerak Hijau 2026, lanjut Untung, pihaknya Ingin menunjukkan bahwa perubahan besar selalu berawal dari langkah kecil.

“Hari ini kita melangkah Serempak Kepada hidup lebih sehat, sekaligus menunjukkan kepedulian terhadap bumi yang kita cintai. Semoga setiap langkah yang kita ayunkan pagi ini menjadi langkah menuju Indonesia yang lebih hijau, lebih sehat, dan lebih berkelanjutan,” ujarnya pula.

Gerak Hijau 2026 merupakan sebuah gerakan kolaboratif yang mengajak masyarakat menerapkan gaya hidup sehat sekaligus membangun kepedulian terhadap lingkungan melalui berbagai aksi Konkret.

Kegiatan ini juga didukung oleh berbagai perusahaan dan komunitas yang Mempunyai komitmen terhadap keberlanjutan, di antaranya Ballikin dan Rekosistem, yang menghadirkan berbagai solusi pengelolaan sampah dan ekonomi sirkular sebagai bagian dari edukasi kepada masyarakat.