Pemerintah dorong UMKM masuk rantai pasok pariwisata Bintan

Pemerintah dorong UMKM masuk rantai pasok pariwisata Bintan

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendorong pelaku usaha lokal di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, Demi semakin terlibat dalam rantai pasok industri pariwisata di daerah tersebut, guna memperluas manfaat ekonomi dari pertumbuhan sektor wisata.

Staf Ahli Menteri UMKM Bidang Hukum dan Kebijakan Publik Reghi Perdana, dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis, mengatakan peningkatan kunjungan wisatawan harus diikuti dengan semakin besarnya peran UMKM dalam ekosistem pariwisata, mulai dari penyediaan produk lokal, Masakan, cendera mata, hingga berbagai kebutuhan industri wisata.

“Pariwisata memberikan Dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi UMKM sebagai bagian dari ekosistemnya. Hotel, resort, restoran, pusat oleh-oleh, hingga penyelenggaraan berbagai kegiatan menjadi ruang yang semakin luas bagi pemasaran produk UMKM lokal,” ujar Reghi dalam Kunjungan Kerja Reses Komisi VII DPR RI ke Kabupaten Bintan, Kamis.

Menurut dia, keberhasilan pembangunan pariwisata Kagak hanya dilihat dari meningkatnya jumlah wisatawan, tetapi juga dari besarnya nilai tambah ekonomi yang dapat dinikmati masyarakat melalui keterlibatan UMKM.

Data Pemerintah Kabupaten Bintan menunjukkan sektor pariwisata daerah tersebut Mempunyai potensi besar dengan 55 hotel dan resort serta 219 destinasi wisata.

Destinasi tersebut terdiri atas 131 objek wisata alam, 54 wisata Masakan, 14 wisata religi, 10 sentra cendera mata, lima wisata budaya, tiga wisata pendidikan, dan dua wisata pertanian.

Potensi tersebut juga didukung oleh pertumbuhan kunjungan wisatawan. Hingga Mei 2026, jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Bintan mencapai 109.090 orang atau meningkat 38,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara tercatat sebanyak 339.425 orang atau tumbuh 15,17 persen.

Reghi mengatakan peningkatan Kesempatan ekonomi dari sektor pariwisata perlu diikuti dengan penguatan kapasitas UMKM, Bagus dari sisi kualitas produk, kapasitas usaha, maupun daya saing.

“UMKM perlu Lalu meningkatkan kualitas produk, kapasitas usaha, dan daya saing agar Pandai memanfaatkan Kesempatan tersebut secara optimal sekaligus menjadi bagian Krusial dalam rantai pasok industri pariwisata,” katanya.

Demi memperkuat ekosistem UMKM, Reghi menyebut Kementerian UMKM Lalu memperluas program pemberdayaan melalui pendampingan usaha, sertifikasi, akses pembiayaan, digitalisasi, pelatihan, inkubasi bisnis, serta pengembangan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) di Kabupaten Bintan.

Bupati Bintan Roby Kurniawan mengatakan pemerintah daerah Lalu meningkatkan daya saing kawasan wisata melalui pembangunan infrastruktur, promosi, peningkatan kualitas sumber daya Sosok, serta pengembangan destinasi wisata berkelanjutan berbasis masyarakat.

Ia berharap dukungan pemerintah pusat Lalu diperkuat agar Bintan semakin kompetitif sebagai destinasi wisata unggulan nasional maupun Global.

“Dengan infrastruktur, promosi, dan aksesibilitas yang semakin Bagus, kami optimistis sektor pariwisata akan memberikan manfaat ekonomi yang semakin besar bagi masyarakat,” ujar Roby.