Said Abdullah Salurkan Biaya Reses Demi Renovasi Rumah Anggota Sumenep

Member DPR RI Dapil XI Jawa Timur, Said Abdullah, mengalokasikan seluruh Biaya resesnya Demi program perbaikan rumah Bukan layak huni di Kecamatan Talango, Kabupaten Sumenep, Madura. Langkah ini ditujukan Demi membantu masyarakat berpenghasilan rendah dalam meningkatkan kualitas tempat tinggal mereka, sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Penyaluran Donasi biaya perbaikan rumah ini mencakup Anggota desa dari 19 dusun yang tersebar di lima desa. Distrik penerima Donasi tersebut meliputi Dusun Onggan Padike, Jate Laok, Tanjung Alang, Jate Daya, Lembana, Galise Daya, Galise Laok, Sakola’an, Masjid, Baru, Gedungan, Guntong, Pesisir, Jeruk Porot, Sarotak, Ellong, Andun, Jamaleng, dan Sarotak.

“Program renovasi rumah dari Doku reses DPR saya salurkan kepada lima desa di Kecamatan Talango Kabupaten Sumenep. Penyampaian ini sekaligus sebagai bentuk pelaporan saya kepada publik sekaligus bentuk pertanggungjawaban publik sebagai Member DPR,” ujar Said dalam keterangannya, Rabu (22/7/2026).

Menurut Said, kebutuhan dasar masyarakat meliputi pangan, Pakaian, dan papan yang menjadi tolok ukur tingkat kemiskinan. Ia menekankan bahwa negara memikul tanggung jawab besar dalam menjamin kesejahteraan rakyat agar kebutuhan pokok tersebut dapat terpenuhi secara layak.

“Salah satu kebutuhan Krusial itu adalah rumah sebagai tempat tinggal, tempat setiap keluarga menorehkan sejarah dan mengukir Asa. Sayangnya, Bukan Sekalian rumah tangga Dapat mendambakan, sementara yang sudah Mempunyai rumah sebagiannya harus menerima keadaan rumahnya Bukan layak huni. Semuanya terjadi karena keterbatasan ekonomi,” paparnya.

Ia juga membeberkan gambaran nasional mengenai persoalan pemukiman, di mana Nomor backlog perumahan nasional Tetap amat tinggi hingga menyentuh 15 juta unit. Kondisi ini membuktikan tingginya kebutuhan masyarakat akan hunian yang belum seimbang dengan pasokan yang Terdapat.

“Sementara rakyat yang sudah Mempunyai rumah Tetapi dikategorikan Bukan layak huni jumlahnya juga lebih tinggi. Data rumah tak layak huni secara nasional mencapai 43,3 juta rumah tangga. Di Madura sendiri, merujuk data BPS rumah layak huni hanya mencapai 71 persen.

Artinya Terdapat 29 persen rumah Anggota Madura Bukan layak huni. Nomor ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan daerah lain di Jawa Timur yang rata rata rumah layak huni mencapai 80 persen,” katanya.

Guna merespons kondisi tersebut, Said menyerahkan Donasi renovasi secara simbolis kepada Anggota Pulau Talango pada Rabu (22/7/2026) sebagai langkah konkret pemberdayaan masyarakat di Distrik pemilihannya.

“Atas dasar itulah, sebagai bagian dari penyelenggara negara, dan diberikan amanah oleh rakyat di Madura menjalankan tugas kedewanan, sudah sepatutnya Demi ikut terlibat dalam agenda agenda memberdayakan Anggota memperbaiki rumahnya agar lebih layak. Oleh Alasan itu, pada reses periode ini, saya menyalurkan sepenuhnya Doku reses Demi membantu Anggota di Sumenep memperbaiki rumah mereka,” katanya.

Penerima Donasi ini diprioritaskan bagi keluarga yang tergolong dalam Golongan desil 1 Tiba 3, Merukapan kategori masyarakat sangat miskin, miskin, dan Dekat miskin. Tim lapangan disiagakan Demi memverifikasi kelayakan fisik penerima serta memantau proses perbaikan rumah secara berkala.

“Anggota yang menerima Donasi perbaikan rumah rata rata berada dalam rentang desil 1 Tiba 3, yakni golongan masyarakat yang oleh pemerintah di kategori sangat miskin, miskin dan Dekat miskin. Selain itu, tim lapangan kami juga melakukan Pembuktian fisik, atas kelayakan yang bersangkutan menerima Donasi perbaikan rumah. Setelah menerima Donasi Kontan Demi perbaikan rumah, kami juga menerjunkan tim Demi melakukan monitoring dalam Menyaksikan Anggota memperbaiki rumahnya,” pungkasnya.