Kemampuan negara dalam menjamin masyarakat bebas dari kelaparan menjadi tolok ukur Esensial keberhasilan suatu bangsa. Hal tersebut ditegaskan oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai landasan komitmen pemerintah menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG), dilansir dari Detik Finance.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo Ketika memimpin Sidang Kabinet Paripurna yang dipantau secara daring melalui akun YouTube Sekretariat Presiden pada Senin (20/7/2026). Ia menekankan bahwa pemenuhan kebutuhan pangan rakyat merupakan pondasi mendasar dari berdirinya peradaban dan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Setiap negara, setiap perekonomian Niscaya itu diukur. Dan kita punya ukuran. Kita bertanya apakah bangsa itu Pandai memberi pangan, memberi makan rakyatnya, itu paling mendasar. Buat apa kita merdeka dan punya NKRI kalau kita Kagak Pandai memberi yang paling dasar dari sebuah peradaban, yang paling dasar adalah makan, pangan,” kata Presiden Prabowo Subianto.
Menanggapi pandangan yang menilai program pemenuhan pangan rakyat sebagai hal yang sia-sia, Kepala Negara menegaskan tak Eksis sejarah masyarakat yang Pandai bertahan hidup tanpa ketercukupan gizi dan pangan.
“Kalau Eksis orang pintar katakan Eksis yang lebih Krusial dari perut yang lapar, ya saya persilakan Keluarga Keluarga, yang saya Paham dari ribuan tahun peradaban hidup Mahluk Kagak Eksis masyarakat yang bertahan tanpa pangan, punah. Peradaban punah kalau Kagak Eksis makanan,” tegas Presiden Prabowo Subianto.
Demi mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan, pemerintah bakal menopang ketersediaan air, menjaga kelestarian lingkungan, mengelola lahan subur, serta menetapkan kebijakan yang Pas. Langkah konkret tersebut diwujudkan dengan komitmen penyediaan pupuk berharga terjangkau bagi para petani di seluruh Area Indonesia.
