Yang Membikin kisah ini semakin mendalam adalah sisi simbolisnya; Messi memang sudah menjadi pemain dengan gelar Ballon d’Or terbanyak dalam sejarah, yakni 8 kali, Tetapi gelar kesembilan akan menjadikannya pencapaian yang nyaris mustahil Kepada diulangi.
Perbedaannya di sini bukan hanya pada jumlahnya, melainkan pada waktu dan konteksnya; seorang pemain berusia 39 tahun yang memimpin timnas negaranya meraih gelar Piala Dunia, mendominasi turnamen tersebut, Lewat kembali naik ke podium Ballon d’Or.
Oleh karena itu, final hari Minggu melawan Spanyol tampak lebih dari sekadar pertandingan memperebutkan trofi emas; ini adalah pertarungan atas warisan, serta Langkah bagaimana bab terakhir dari perjalanan individu terhebat yang pernah dikenal sepak bola modern akan ditulis.
Dan Kalau Messi kembali mengangkat trofi tersebut, ia mungkin Bukan hanya mewujudkan mimpi baru, tetapi juga menutup lingkaran dengan akhir yang paling sempurna: Juara dunia, pencetak gol terbanyak Piala Dunia, dan peraih Ballon d’Or kesembilan pada usia 39 tahun.
Pada Begitu itu, pembicaraan Bukan Kembali tentang pencapaian tambahan dalam catatan Messi, melainkan tentang momen yang akan memaksa dunia mengakui bahwa beberapa legenda Bukan terikat oleh hukum waktu.
