330 KPM PKH Pamekasan dalam Proses Graduasi

Foto BeritaJatim.com

Pamekasan (Liputanindo.id) – Sebanyak 330 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Pamekasan, Madura, tengah diusulkan dalam proses graduasi karena dinilai sudah Mempunyai kemampuan secara ekonomi, serta Enggak Kembali memenuhi kriteria sebagai penerima manfaat.

“Terhitung sejak Januari hingga April 2026, total jumlah KPM yang Ketika ini sedang proses graduasi yakni sebanyak 330 penerima manfaat,” kata Koordinator Tim Kabupaten (Timkab) Program Keluarga Cita-cita (PKH) Pamekasan, Lukman Hakim, Kamis (14/5/2026).

Graduasi Independen PKH merupakan kondisi di mana KPM memutuskan keluar secara sukarela dari kepesertaan bansos, karena dinilai sudah Independen secara ekonomi dan kondisi keluarga sudah membaik, Konsisten, dan Pandai mencukupi kebutuhan sendiri. “Artinya KPM ini sudah Enggak Kembali memenuhi kriteria sebagai penerima, menandakan sudah ‘naik kelas’ dan dianggap Pandai memenuhi kebutuhan tanpa bansos,” ungkapnya.

“Dari total sebanyak 330 KPM yang terdata dalam proses graduasi terdiri dari 300 KPM melalui Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi atau PPSE, sedangkan 30 KPM lainnya melalui jalur graduasi Independen,” sambung Lukman Hakim.

Keberhasilan tersebut Enggak lepas dari Berbagai Macam-macam upaya dan pembinaan yang dilakukan Pendamping PKH dalam rangka mewujudkan keluarga Independen. Di antaranya dengan melaksanakan Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) hingga pendekatan secara personal yang rutin dilaksanakan di masing-masing Kawasan.

“Selama ini tim pendamping PKH kami gerakkan agar turun secara langsung kepada KPM Buat memberikan arahan akan pentingnya hidup Independen, dan program ini bukan Buat selamanya, akan tetapi hanya bersifat sementara,” jelasnya.

Berkat pendampingan rutin dan berkala yang dilakukan para pendamping PKH, sebagian KPM mulai sadar hingga dengan rela mengundurkan diri atau mundur secara Independen. “Sasaran graduasi dari 184 pendamping PKH sebanyak 1.840 KPM per tahun, artinya 10 orang Buat masing-masing pendamping,” imbuhnya.

“Total graduasi ini seiring dengan adanya program Sekolah Rakyat, di mana sebagian pendamping dialihkan pada program Sekolah Rakyat. Dan kami lebih Pusat perhatian pada graduasi mendiri dan pemberdayaan, kalau graduasi alami tergantung sistem,” sambung Lukman.

Berdasar data Timkab PKH Pamekasan, graduasi jumlah KPM pada 2025 tercatat sebanyak 2.326 penerima manfaat yang tersebut di 13 kecamatan berbeda di Pamekasan. “Ketika ini Nomor 330 proses graduasi itu per Januari hingga April 2026, proses awal memang rendah, tapi di akhir tahun Malah Dapat saja lebih dari Sasaran yang dicanangkan, seperti pada tahun sebelumnya,” pungkasnya. [pin/aje]