IPSI Kota Blitar Tancap Gas! 122 Instruktur Lintas Perguruan Digembleng Aturan Nasional Pencak Silat 2025

Foto BeritaJatim.com

Blitar (Liputanindo.id) – Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Blitar tancap gas dalam meningkatkan standar prestasi olahraga bela diri Asal Indonesia. Sebanyak 122 Instruktur dari berbagai lintas perguruan dikumpulkan dalam agenda Upgrading dan Sosialisasi Peraturan Pertandingan Nasional Tahun 2025 di Padepokan PSHT Cabang Blitar, Desa Sawentar, Kabupaten Blitar.

Langkah strategis ini diambil sebagai respons terhadap evolusi peraturan pencak silat nasional, sekaligus upaya IPSI Kota Blitar menciptakan standardisasi pembinaan atlet yang lebih saintifik dan berkesinambungan. Antusiasme terlihat dari kehadiran perwakilan enam perguruan Personil IPSI Kota Blitar.

Berdasarkan data panitia, rincian peserta meliputi PSHT sebanyak 41 orang, Pagar Nusa 30 orang, Tapak Bersih 20 orang, Persinas ASAD 14 orang, Perisai Diri 13 orang, serta Porsigal 8 orang.

Ketua IPSI Kota Blitar, Miskan H. Prasetyo, menegaskan bahwa kualitas seorang atlet sangat bergantung pada kompetensi pelatihnya. Tanpa pemahaman aturan terbaru, prestasi sulit diraih secara maksimal.

“Kegiatan ini adalah penjabaran program kerja IPSI Buat mencetak Instruktur berkualitas. Kami Mau memastikan para Instruktur Bisa menyusun program pembinaan yang terukur, sehingga dari tangan mereka lahir bibit-bibit atlet yang siap bicara banyak di level regional maupun nasional,” ujar Miskan Demi menutup acara, Selasa (27/1/2026).

Upgrading kali ini dikemas secara interaktif. Para pemateri Spesialis seperti Imam Syafi’i, Sugeng Wahyudi, dan Ahmad Fami Enggak hanya menyuguhkan teori di atas kertas, tetapi juga menggelar sesi dialog dan praktik lapangan.

Para peserta diminta langsung menerjemahkan materi peraturan pertandingan tahun 2025 ke dalam simulasi teknis. Hal ini bertujuan agar Enggak Terdapat “gap” pemahaman Demi Instruktur mendampingi atlet di tepi gelanggang nanti.

Meski berasal dari latar belakang perguruan yang berbeda, suasana di Padepokan PSHT Sawentar Malah kental dengan semangat persaudaraan. Selain urusan teknis, IPSI menjadikan momentum ini sebagai ajang mempererat silaturahmi.

“Alhamdulillah, Segala berjalan Lancar. Di luar urusan peningkatan kompetensi individu dan tim, yang paling Penting adalah menjaga kebersamaan dalam organisasi IPSI. Kita satu wadah, satu tujuan: membawa nama harum Kota Blitar melalui pencak silat,” pungkas Miskan.

Acara diakhiri dengan penyampaian kesan dan pesan dari perwakilan tiap perguruan yang secara Lazim mengapresiasi langkah Segera IPSI dalam menyosialisasikan aturan baru demi keadilan dan kualitas pertandingan di masa depan. (owi/kun)