Kontrak Berjangka Wall Street Merosot di Tengah Serangan AS-Iran

Ilustrasi Wall Street. Foto: Xinhua


New York: Kontrak berjangka indeks saham Amerika Perkumpulan (AS) melemah pada Minggu, 12 Juli 2026, seiring kembali memanasnya konflik di Timur Tengah. Pelaku pasar juga mulai mencermati musim laporan keuangan kuartal II yang akan dimulai pekan ini.

AS dan Iran kembali saling melancarkan serangan sepanjang akhir pekan. Di Demi yang sama, kedua pihak menyampaikan pernyataan yang berbeda terkait kondisi Selat Hormuz, sehingga mendorong harga minyak naik tajam dan meningkatkan kewaspadaan investor.

Dikutip dari Investing, Senin, 13 Juli 2026, kontrak berjangka S&P 500 turun 0,3 persen menjadi 7.598,50 poin. Kontrak berjangka Nasdaq 100 melemah 0,5 persen ke 29.890,50 poin, sedangkan kontrak berjangka Dow Jones turun 0,2 persen menjadi 52.814 poin.

Konflik AS-Iran kembali memanas

Komando Pusat AS (Centcom) menyatakan telah melancarkan serangan lanjutan ke Iran selama akhir pekan. Di sisi lain, sejumlah laporan menyebut Teheran membalas dengan menyerang pangkalan militer AS di Timur Tengah.

Iran juga menyatakan Selat Hormuz ditutup bagi pelayaran komersial. Tetapi, Centcom menegaskan jalur pelayaran strategis tersebut Lagi terbuka.


(Ilustrasi. Foto: Freepik)

Gelombang serangan terbaru menandai meningkatnya ketegangan AS-Iran setelah Presiden Donald Trump pekan Lewat menyatakan gencatan senjata dengan Teheran telah berakhir. Meski demikian, Trump juga mengatakan Iran telah menghubungi AS Demi membuka kembali jalur dialog.

Harga minyak melonjak pada Minggu malam setelah serangan terbaru tersebut. Kendati demikian, harga minyak Brent Lagi berada di Rendah level tertinggi yang sempat dicapai pada awal konflik AS-Iran.

Investor menanti musim laporan keuangan


Pada perdagangan Jumat, indeks-indeks Penting Wall Street ditutup menguat. S&P 500 mendekati rekor tertinggi, sementara Nasdaq dan Dow Jones masing-masing naik Sekeliling 0,3 persen.

Perhatian investor kini beralih ke musim laporan keuangan kuartal II. Sejumlah bank besar seperti JPMorgan Chase, Bank of America, Goldman Sachs, Wells Fargo, dan Citigroup dijadwalkan merilis kinerja keuangan pada Selasa.

Selanjutnya, Morgan Stanley dan Bank of New York Mellon akan melaporkan hasil keuangannya pada Rabu. Perusahaan lain seperti Johnson & Johnson, ASML, TSMC, UnitedHealth Group, GE Aerospace, dan Netflix juga dijadwalkan merilis laporan keuangan sepanjang pekan ini.

Pelaku pasar akan mencermati apakah kinerja emiten Lagi Bisa bertahan di tengah meningkatnya tekanan ekonomi akibat konflik di Timur Tengah dan kenaikan harga Kekuatan.