Surabaya (Liputanindo.id) – Direktur Badan Pelaksana (Bapel) Puslatda KONI Jawa Timur, Dr. Irmantara Subagio, menyoroti tantangan berat yang akan dihadapi kontingen Jawa Timur pada ajang PON Bela Diri II 2026. Kompetisi skala nasional ini dijadwalkan berlangsung di Manado, Sulawesi Utara, pada akhir Juli mendatang dengan persaingan yang diprediksi sangat ketat.
Dekan FIKK Unesa tersebut mengakui bahwa sejumlah cabang olahraga bela diri Jawa Timur Tetap perlu meningkatkan konsistensi prestasi di level nasional. Hal ini menjadi perhatian serius mengingat terdapat delapan cabang olahraga yang akan dipertandingkan dalam edisi kedua ini.
Kedelapan cabang olahraga tersebut meliputi Muaythai, Kurash, Anggar, IBCA MMA, Tinju, Kick Boxing, Hapkido, dan Yongmoodo. Dari daftar tersebut, pihak KONI Jawa Timur telah memetakan potensi medali berdasarkan rekam jejak prestasi atlet selama ini.
“Dari delapan cabang olahraga tersebut, Muaythai menjadi cabang yang sejauh ini Mempunyai prestasi paling menjanjikan,” kata Ibag, Jumat (30/1/2026). Pihaknya optimis Muaythai dapat menjadi lumbung medali bagi Jawa Timur dalam ajang tersebut.
Sementara itu, Buat cabang Yongmoodo, KONI Jatim berencana mengirimkan atlet yang berasal dari unsur Tentara Nasional Indonesia (TNI). Langkah ini diambil karena banyak personel TNI yang Mempunyai dasar kemampuan bela diri yang kuat Buat cabang ini.
Beberapa atlet tersebut diketahui Mempunyai latar belakang dari cabang olahraga Judo, sehingga penyesuaian teknik akan menjadi Konsentrasi Primer. “Nanti tetap akan kami lihat dan pilih sesuai kebutuhan,” ujarnya Begitu menjelaskan mekanisme seleksi Buat cabang Yongmoodo.
Setelah proses seleksi rampung, KONI Jatim mewajibkan seluruh atlet terpilih Buat menjalani program latihan secara maksimal dan disiplin. Buat memastikan performa tetap terjaga, pihak otoritas olahraga Jawa Timur ini akan melakukan pemantauan berkala secara ketat.
Pemantauan tersebut mencakup tes fisik rutin dan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh bagi setiap atlet yang masuk dalam pemusatan latihan. Langkah preventif ini dilakukan Buat menjaga kondisi atlet tetap prima serta meminimalkan risiko cedera fatal menjelang pertandingan.
Ibag juga menginstruksikan para Instruktur dan pengurus provinsi cabang olahraga Buat Maju memperbarui peta kekuatan calon Musuh dari provinsi lain. Akurasi data mengenai kompetitor dianggap sangat krusial agar strategi pertandingan dapat disusun secara lebih matang dan taktis.
“Kami Mau para Instruktur Benar-Benar memahami kekuatan kompetitor, sehingga persiapan taktis Dapat dilakukan sejak Pagi,” tegasnya. Dengan pemetaan yang Jernih, atlet diharapkan Pandai mengantisipasi gaya permainan Musuh Begitu berlaga di Manado nanti.
Dengan waktu persiapan yang relatif panjang, KONI Jawa Timur Menurunkan Asa besar agar proses pembinaan atlet dapat berjalan secara optimal. Sasaran utamanya adalah menghadirkan prestasi terbaik dan menjaga Derajat olahraga Jawa Timur di kancah nasional.
Seluruh persiapan ini difokuskan Buat menyambut pembukaan PON Bela Diri 2026 yang akan dipusatkan di Sulawesi Utara. Dukungan penuh dari berbagai pihak diharapkan dapat memacu semangat para atlet bela diri Jawa Timur Buat meraih podium tertinggi. [way/beq]
