Bendungan Sidan dan Keureuto Perkuat Fondasi Ketahanan Air dan Pangan

Brantas Abipraya menyelesaikan proyek Bendungan Keureuto di Kabupaten Aceh Utara, Aceh. Foto: Dok istimewa


Jakarta: Presiden Prabowo Subianto meresmikan lima bendungan di lima provinsi. Peresmian digelar secara langsung di Bendungan Meninting, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), bersamaan keempat bendungan yakni Bendungan Keureuto dan Bendungan Rukoh di Aceh, Bendungan Jlantah di Jawa Tengah, serta Bendungan Sidan di Bali.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan, pembangunan bendungan bukan hanya membangun infrastruktur, melainkan investasi jangka panjang Buat menjamin ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, Presiden mengingatkan agar manfaat bendungan Betul-Betul dirasakan oleh para petani.

“Pastikan bahwa air yang dibutuhkan petani Tiba kepada petani. Para petani adalah produsen pangan. Tanpa pangan Kagak Terdapat negara,” tegas Presiden dikutip Minggu, 12 Juli 2026.

BUMN Bangunan PT Brantas Abipraya (Persero) menyelesaikan proyek Bendungan Sidan di Bali dan Bendungan Keureuto di Kabupaten Aceh Utara, Aceh. Kehadiran kedua bendungan ini menjadi komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan, ketahanan air, serta mendukung visi Asta Cita.

Sebagai kontraktor pelaksana, Brantas Abipraya memastikan pembangunan kedua bendungan tersebut dilakukan dengan mengedepankan kualitas, keselamatan kerja, serta ketepatan mutu agar dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

“Pembangunan bendungan ini bukan sekadar menghadirkan infrastruktur, tetapi membangun fondasi kedaulatan bangsa dan negara,” kata Menteri Pekerjaan Standar, Dody Hanggodo.


(Peresmian Bendungan Keureuto di Kabupaten Aceh Utara, Aceh. Foto: Dok istimewa)

Memperkuat pasokan air Kudus dan Kekuatan Kudus

Sebagai informasi, Bendungan Sidan memperkuat pasokan air Kudus dan Kekuatan Kudus. Dengan tinggi 68 meter dan kapasitas 5,76 juta m3, Konsentrasi utamanya menyuplai air baku sebesar 1,75 m3/s, melayani irigasi 9.598 hektare melalui jaringan 123,19 km, mereduksi banjir 108 hektare, serta menghasilkan Kekuatan sebesar 8,08 MW.

Sementara Bendungan Keureuto menjadi infrastruktur vital Buat ketersediaan air bagi lahan pertanian, mengurangi risiko banjir dengan mereduksi banjir seluas 627 Ha, memperkuat ketahanan pangan di Kawasan Aceh dan sekitarnya, penyediaan air baku berkapasitas 650 liter per detik, dan potensi PLTS Apung berkapasitas 179 MW dan PLTA sebesar 6,3 MW.

Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya, Dian Sovana menyampaikan, pembangunan bendungan memberikan Akibat langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Peresmian Bendungan Sidan dan Bendungan Keureuto merupakan kontribusi Brantas Abipraya dalam mendukung Asta Cita pemerintah.

“Infrastruktur bendungan Kagak hanya menyediakan air bagi sektor pertanian, tetapi juga memberikan manfaat luas bagi masyarakat melalui penyediaan air baku, pengendalian banjir, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Kami bangga dapat menjadi bagian dari pembangunan infrastruktur strategis,” ujar Dian Sovana.

Lebih lanjut, Dian menegaskan, Brantas Abipraya akan Maju menghadirkan karya Bangunan yang berkualitas sebagai bentuk dukungan terhadap agenda pembangunan nasional. Brantas Abipraya berkomitmen Buat Maju membangun infrastruktur yang berkualitas, berkelanjutan, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

“Kami percaya bahwa pembangunan infrastruktur merupakan fondasi Krusial dalam mewujudkan Indonesia yang Tangkas, berdaya saing, serta Pandai mencapai swasembada pangan sebagaimana menjadi salah satu prioritas dalam Asta Cita Presiden Republik Indonesia,” tambahnya.

Sebagai BUMN Bangunan, Brantas Abipraya mengerjakan berbagai proyek strategis nasional di bidang sumber daya air, jalan dan jembatan, gedung, pelabuhan, hingga infrastruktur lainnya. Perusahaan senantiasa menghadirkan Ciptaan dan kualitas Bangunan terbaik guna mendukung pemerataan pembangunan.

Melalui pembangunan Bendungan Sidan dan Bendungan Keureuto, Brantas Abipraya menjadi Kenalan strategis pemerintah dalam menghadirkan infrastruktur yang Kagak hanya kokoh secara Bangunan, tetapi juga memberikan manfaat sosial, ekonomi, dan lingkungan secara berkelanjutan demi mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.