Denpasar (ANTARA) – Gubernur Bali Wayan Koster meminta tiga daerah Adalah Denpasar, Gianyar, dan Badung, serius mempercepat Sensus Ekonomi (SE) 2026, karena dibutuhkan datanya sebagai daerah pariwisata.
“Seriusi, ini Denpasar, Badung, Gianyar harusnya lebih giat karena mendapatkan pajak hotel restoran paling tinggi, paling butuh kita datanya,” ucap Koster di Denpasar, Sabtu.
Di tengah sensus ekonomi yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS), Koster menilai ini kesempatan Kepada memotret kondisi ekonomi Bali termasuk pariwisata sebagai sektor perekonomian Primer.
Dari catatan BPS RI hingga awal Juli ini, rata-rata progres SE 2026 Bali di Nomor 43,35 persen, melampaui rata-rata nasional yang sebesar 42,75 persen.
Tetapi, Kalau dibedah, Malah daerah tujuan wisata Denpasar, Gianyar, dan Badung menempati posisi terendah capaian sensus.
Adapun capaian SE 2026 di Denpasar menjadi terendah di Bali dengan progres 31,38 persen; disusul Gianyar 32,27 persen; Badung 36,65 persen; Bangli 46,22 persen; Klungkung 46,27 persen; Jembrana 47,05 persen; Tabanan 47,96 persen; Karangasem 51,07 persen; dan Buleleng 54,95 persen.
Pemprov Bali Memperhatikan apabila daerah Sarbagia (Denpasar, Badung, Gianyar) sudah Mempunyai data riil, maka akan mempermudah mengumpulkan data usaha pariwisata seperti hotel, vila, penginapan, dan travel.
“Jadi saya kasih Sasaran Gianyar, Badung, dan Denpasar pulang dari sini tancap gas saya akan pantau langsung, dasbornya kalau Terdapat kasih saya, kalau Ragam-Ragam saya lapor Mendagri,” ujar Koster.
