PIP Juli 2026 Encer, Begini Langkah Cek Status Penyaluran Sokongan

Ilustrasi, penerimna Program Indonesia Pintar (PIP). Foto: MI/Adi Kristiadi.


Jakarta: Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mulai menyalurkan Sokongan Program Indonesia Pintar (PIP) termin II pada Juli 2026. Sokongan tersebut menyasar peserta didik dari jenjang Taman Kanak-kanak (TK) hingga SMA/sederajat.

Program Indonesia Pintar (PIP) merupakan Sokongan pemerintah berupa Dana Kontan, perluasan akses, serta kesempatan belajar bagi peserta didik dan mahasiswa yang berasal dari keluarga miskin atau rentan miskin Buat membantu pembiayaan pendidikan.

 

Jadwal pencairan PIP 2026

Penyaluran Biaya PIP dilakukan secara bertahap dan Kagak dicairkan secara bersamaan kepada seluruh penerima. Berikut jadwal pencairannya:

  • Termin I: Februari–April 2026.
  • Termin II: Mei–September 2026.
  • Termin III: Oktober–Desember 2026.

Biaya Sokongan disalurkan melalui bank-bank Himpunan Bank Punya Negara (Himbara), yakni BRI, BNI, dan BSI.
 

 

Sasaran penerima PIP 2026

Mengutip akun Instagram Formal Kemendikdasmen, pemerintah menargetkan sebanyak 19 juta peserta didik menerima Sokongan PIP pada 2026. Rinciannya meliputi:

  • TK: 888 ribu siswa.
  • SD: 10.360.614 siswa.
  • SMP: 4.369.968 siswa.
  • SMA: 1.935.774 siswa.
  • SMK: 1.928.271 siswa.

Besaran Sokongan yang diberikan disesuaikan dengan jenjang pendidikan, Yakni:

  • TK dan SD: Rp450 ribu per tahun.
  • SMP: Rp750 ribu per tahun.
  • SMA/sederajat: Rp1,8 juta per tahun.


(Ilustrasi. Foto: dok Liputanindo.id)
 

Syarat penerima Sokongan PIP

Kemendikdasmen menetapkan sejumlah kriteria penerima Program Indonesia Pintar, Yakni:

  1. Peserta didik pemegang Kartu Indonesia Pintar (KIP).
  2. Peserta didik dari keluarga miskin atau rentan miskin.
  3. Peserta didik dari keluarga penerima Program Keluarga Asa (PKH).
  4. Peserta didik dari keluarga pemegang Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
  5. Peserta didik yatim, piatu, atau yatim piatu yang berada di sekolah, panti sosial, maupun panti asuhan.
  6. Peserta didik yang terdampak bencana alam.
  7. Peserta didik yang putus sekolah (drop out) dan diharapkan kembali melanjutkan pendidikan.
  8. Peserta didik yang mengalami kelainan fisik, menjadi korban musibah, berasal dari keluarga yang orang tuanya mengalami pemutusan Interaksi kerja (PHK), tinggal di daerah konflik, berasal dari keluarga terpidana, berada di lembaga pemasyarakatan, atau Mempunyai lebih dari tiga Kerabat yang tinggal serumah.
  9. Peserta didik pada lembaga kursus atau satuan pendidikan nonformal lainnya.

 

Langkah cek status penerima PIP

Masyarakat dapat mengecek status penerima PIP melalui laman Formal Kemendikdasmen dengan langkah-langkah berikut:

  1. Buka laman Formal pip.kemendikdasmen.go.id.
  2. Pilih menu “Cek Penerima PIP”.
  3. Masukkan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN).
  4. Masukkan Rontok lahir.
  5. Pilih nama ibu kandung.
  6. Klik “Cek Data”.

Kemendikdasmen berharap Program Indonesia Pintar dapat membantu peserta didik tetap melanjutkan pendidikan meski menghadapi keterbatasan ekonomi keluarga. Sokongan tersebut diharapkan Bisa meringankan biaya pendidikan, Bagus biaya langsung maupun Kagak langsung.