Bangkalan (Liputanindo.id) – Pemerintah Kabupaten Bangkalan meluncurkan program subsidi Kembang pinjaman 0 persen bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Program tersebut digagas sebagai upaya memperluas akses keuangan masyarakat sekaligus mendorong UMKM naik kelas.
Bupati Bangkalan, Lukman Hakim mengatakan, program ini diharapkan Pandai meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah melalui penguatan sektor UMKM.
“Dalam rangka upaya Pemerintah Kabupaten Bangkalan memberikan kemudahan akses keuangan ke perbankan. Kedua, bagaimana UMKM ini Pandai naik kelas,” ujar Lukman Hakim Ketika peluncuran program, Senin (18/05/2026).
Menurutnya, pemerintah daerah akan menanggung Kembang pinjaman sehingga pelaku usaha dapat memperoleh kredit dengan Kembang 0 persen. Program itu ditargetkan Pandai membuka lapangan pekerjaan baru.
“Kalau misalnya targetnya 1.000 UMKM mendapatkan akses subsidi Kembang 0 persen ini, Lewat masing-masing Pandai mempekerjakan satu orang saja, berarti Terdapat Sekeliling 2.000 orang yang Pandai bekerja,” katanya.
Ia menjelaskan, jumlah penerima program bergantung pada nominal pinjaman yang diajukan. Apabila seluruh penerima mengambil plafon maksimal, maka kuota diperkirakan Sekeliling 600 UMKM. Tetapi apabila pinjaman rata-rata sebesar Rp10 juta, penerima Pandai mencapai Sekeliling 1.000 hingga 1.200 UMKM.
Meski Kembang ditanggung pemerintah, mekanisme pengajuan tetap dilakukan melalui perbankan. Proses Pembuktian hingga penilaian kelayakan calon debitur akan dilakukan oleh pihak bank.
Sementara itu, Kepala BPR Jatim Bangkalan, Irwan Eka Wijaya menyebut program tersebut merupakan program baru yang digagas Pemkab Bangkalan dan diklaim menjadi yang pertama di Jawa Timur.
“Ini betul-betul program baru dari Pak Bupati dan Pemda Bangkalan. Satu-satunya di Jawa Timur, mungkin juga di Indonesia, UMKM diberikan subsidi Kembang 0 persen,” ujarnya.
Irwan menjelaskan, masa pinjaman diberikan selama satu tahun dengan plafon maksimal Rp20 juta Buat setiap pelaku UMKM. Restriksi plafon dilakukan agar program Benar sasaran dan Bukan dimanfaatkan pelaku usaha besar.
“Kalau lebih dari Rp20 juta sementara Bukan Pandai. Takut yang kaya-kaya yang pinjam Kembali. Supaya Benar sasaran,” katanya.
Ketika ini, sebanyak 10 nasabah telah menerima pinjaman secara simbolis Ketika peluncuran program. Selain itu, Sekeliling 50 pengajuan lainnya Tetap dalam proses Pembuktian.
Menurut Irwan, penyaluran melalui perbankan dilakukan agar penerima Betul-Betul layak dan Mempunyai kemampuan mengembalikan pinjaman pokok. Biaya yang kembali nantinya akan digulirkan kembali kepada penerima baru.
Buat persyaratan Jaminan, pihak bank tetap meminta jaminan, Tetapi dengan skema yang lebih Elastis. Salah satunya menggunakan BPKB kendaraan bermotor, termasuk sepeda motor berusia hingga 10 tahun.[sar/but]
