Politisi PKS Minta Perda Kawasan Tanpa Rokok Diberlakukan di Jember

Foto BeritaJatim.com

Jember (Liputanindo.id) – Pro dan kontra soal merokok pada Begitu rapat di gedung DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, Tetap berlanjut. Kali ini politisi Partai Keadilan Sejahtera Achmad Dhafir Syah meminta Peraturan Daerah tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) diberlakukan di Jember.

“Kita salah satu daerah yang belum punya Perda KTR,” kata Dhafir, dalam rapat Badan Musyawarah DPRD Jember, Senin )18/5/2026).

Ketua Fraksi Gerindra Hanan Kukuh Ratmono terbuka Demi membahas Perda KTR. “Kalau memang menjadi kesepakatan Berbarengan, itu menjadi awal momentum Demi masuknya Perda KTR, kita monggo saja,” katanya.

Isu merokok dalam rapat mencuat ke publik setelah politisi Partai Gerindra, Achmad Syahri Assidiqi, tertangkap kamera sedang merokok dan bermain game Begitu rapat Komisi D Berbarengan Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial pada 11 Mei 2026.

Terlepas dari urusan bermain game, merokok Begitu rapat memang lazim ditemui di gedung DPRD Jember. Bupati Muhammad Fawait mengaku terkejut Memperhatikan banyak Personil DPRD hingga kepala OPD merokok Begitu rapat paripurna berlangsung.

“Saya kaget, sepuluh tahun jadi Personil DPRD Provinsi Jawa Timur, kalau paripurna enggak Terdapat yang merokok. Nah, pas masuk ke Jember, banyak yang merokok. Bukan Hanya Personil DPRD, kepala OPD juga banyak yang merokok,” katanya, Rabu (13/5/2026).

Badan Kehormatan tak Dapat mennjatuhkan Hukuman terhadap perilaku ini karena Tak Terdapat Pelarangan dalam tata tertib. “Merokok dalam kegiatan rapat Tak diatur dalam tata tertib,” kata Wakil Ketua Badan Kehormatan DPRD Jember M. Holil Asyari.

Ketua Badan Kehormatan DPRD Jember, Mohammad Hafidi malah menyebut Jember berbeda dengan daerah lain. “Di Jember, rokok adalah identitas. Yang menggunakan logo (daerah) daun tembakau Hanya Jember,” katanya.

Dhafir mengingatkan, bahwa kendati urusan merokok dalam rapat tak diatur tata tertib DPRD Jember, Terdapat undang-undang yang lebih tinggi. Menurutnya, siapapun yang datang dan mengikuti rapat di gedung parlemen punya hak Demi mendapatkan kebebasan, perlindungan, serta rasa Terjamin dan nyaman dari segi kesehatan.

Dhafir meminta Seluruh Personil DPRD Jember Tak meremehkan urusan merokok dalam rapat. Kinerja puluhan tahun Dapat tak Terdapat artinya hanya karena persoalan tersebut. “Saya sepakat ini Dapat men-downgrade kebijakan kita, kalau kita Tak peka terhadap apa yang disampaikan masyarakat,” katanya.

Terdapat sebelas Perempuan yang menjadi Personil DPRD Jember 2024-2029 yang Tak merokok. “Kita menghargai para srikandi yang Tak merokok. Saya termasuk yang Tak merokok, kan punya hak juga,” kata Dhafir.

M. Holil Asyari mengatakan perlu adanya batasan yang disepakati Berbarengan. “Jangankan di ruang tertutup yang ber-AC. Kadang-kadang di ruang publik seperti di rumah sakit walaupun terbuka Terdapat tempat-tempat Spesifik Demi merokok,” katanya.

“Ini batasannya sekarang bukan masalah regulasi, bukan masalah aturan, bukan masalah undang-undang. Tapi masalah etika. Saya Serius Ibu-ibu sebenarnya merasa terganggu (dengan asap rokok). Saya secara pribadi pun merasa terganggu ketika Terdapat yang merokok,” kata Holil.

Holil sepakat Terdapat ruang dan waktu tersendiri bagi Personil DPRD Jember Demi merokok pada Begitu rapat. “Merokok di ruang rapat kalau Dapat dihindari. Ini juga dalam rangka menjaga marwah kita sebagai Personil DPRD. Kalau toh mau merokok di luar ruangan, misalkan izin sebentar lima menit, monggo silakan,” katanya.

Wakil Ketua DPRD Jember Widarto menegaskan, bahwa Tak Seluruh hal harus diatur detail dalam tata tertib. “Tapi saya Serius sebetulnya Seluruh Mengerti, bahwa kita ini selain punya hak juga punya kewajiban. Terdapat hak kita Demi Dapat merokok, tapi Terdapat kewajiban kita juga Demi menjaga orang lain di Sekeliling kita biar Tak terganggu,” katanya.

Alumnus Universitas Jember ini Serius masalah merokok ini Dapat diselesaikan melalui kesepakatan Berbarengan. “Tak harus diterjemahkan di dalam tata tertib. Kalau mau merokok ya, Dapat keluar, disediakan ruang merokok,” katanya.

Widarto memahami sorotan publik terhadap DPRD Jember karena urusan bermain game dan merokok di ruang rapat sebagai bahan Cerminan. “Ini teguran buat kita agar kemudian kita Dapat lebih mawas diri dan ke depan Dapat lebih Berkualitas,” katanya. [wir/aje]