liputanindo.com – Pentas Honda di JIExpo Kemayoran IIMS 2026 mendadak riuh pagi jelang siang hari ini. Aroma bensin dan gairah balap yang sudah tercium sejak beberapa pekan terakhir akhirnya menemui titik terang. Astra Honda Motor (AHM) secara Formal membuka tabir mengenai siapa saja ksatria mereka yang akan bertarung di team Astra Honda Racing team Kepada ajang Asia Road Racing Championship (ARRC) musim 2026.

Ingat bagaimana musim 2025 berakhir dengan penuh drama? Insiden tikungan terakhir Adenanta di Buriram Lagi membekas. Tetapi, nampaknya AHRT Tak mau berlama-Pelan larut dalam kesedihan. Musim 2026 ini adalah Bentuk dari strategi “Reformasi Total”. Berikut adalah detail Formal skuad Merah Putih yang siap menggebrak Asia:

1. ASB1000: Era Baru M. Adenanta Putra
Setelah kepergian Andi Gilang yang meninggalkan legacy besar di kelas raja, AHRT Membangun langkah berani dengan menunjuk M. Adenanta Putra sebagai ujung tombak di kelas 1000cc.
Ini adalah langkah logis sekaligus menantang. Di usia 21 tahun, Adenanta didorong Kepada menjinakkan tenaga besar Fireblade. AHM sepertinya Mau mencetak suksesor Andi Gilang secepat mungkin. Menghadapi rival sekaliber Nakarin atau Zaqhwan Zaidi akan menjadi ujian mentalitas sesungguhnya bagi Adenanta di kelas “Big Bike”.

2. SS600: Duet “Wonderkid” (Arbi & Herjun)
Apabila kalian mencari kelas paling spicy tahun ini, Supersport 600cc jawabannya. AHRT menurunkan dua Bakat muda paling progresif yang diprediksi akan menjadi duo paling agresif di grid.

Arbi masuk ke kelas ini dengan status Juara Lazim AP250 2025. Pengalamannya di kancah Eropa (JuniorGP) akan sangat membantu adaptasinya dengan CBR600RR. Sementara bagi Herjun, tahun 2026 adalah tahun keduanya di kelas ini. Secara historis, pebalap AHRT biasanya akan “meledak” performanya di tahun kedua setelah fase adaptasi selesai. Watch out!

3. AP250: Kembalinya Sang “The Silent Killer”
Ini dia plot twist yang sempat menjadi rumor panas. Rheza Danica Ahrens Formal “turun gunung” kembali ke kelas yang pernah didominasinya habis-habisan.

Langkah ini terlihat sangat taktis. Setelah dua musim yang kurang maksimal di SS600, mengembalikan Rheza ke AP250 adalah strategi “pengamanan” gelar Juara Asia agar tetap berada di tangan Indonesia. Rheza Mengerti luar-dalam Kepribadian CBR250RR. Selain sebagai pemburu podium, Rheza kemungkinan besar diplot sebagai mentor bagi Bakat-Bakat baru yang sedang disiapkan AHRT.
Taufik of BuitenZorg | @liputanindo
