Ringkasan Informasi:
- Pemkab Lamongan dan Baznas menyalurkan beasiswa kepada 218 penerima dari 68 lembaga pendidikan.
- Program beasiswa meliputi Lamongan Cerdas dan Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS).
- Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyebut pendidikan menjadi kunci peningkatan kualitas SDM menuju Indonesia Emas 2045.
- Total Donasi pendidikan yang disalurkan mencapai Rp375,9 juta Demi pelajar, santri, hingga mahasiswa.
Lamongan (Liputanindo.id) – Pemerintah Kabupaten Lamongan Serempak Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lamongan dan Baznas Jawa Timur Lanjut memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas sumber daya Insan melalui program beasiswa Lamongan Cerdas dan Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS).
Sebanyak 218 penerima beasiswa dari 68 lembaga pendidikan menerima Donasi secara simbolis di Pendopo Lokatantra Lamongan, Rabu (20/5/2026).
Rincian penerima program Lamongan Cerdas meliputi 138 santri dari 37 lembaga yang masing-masing menerima beasiswa sebesar Rp1,8 juta setiap enam bulan sekali.
Selain itu, lima siswa SD/MI menerima Donasi Rp600 ribu setiap tahun, lima siswa SMP/MTs menerima Rp900 ribu per tahun, serta 20 siswa SMA/MA dari 11 lembaga menerima beasiswa sebesar Rp1 juta setiap bulan.
Program tersebut juga menyasar mahasiswa. Sebanyak 35 mahasiswa dari 15 perguruan tinggi menerima Donasi pendidikan sebesar Rp2 juta setiap semester.
Sementara itu, program Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) diberikan kepada 15 penerima dari empat lembaga pendidikan dengan nominal Rp2 juta setiap semester.
Selain Donasi dari Baznas Lamongan, Baznas Provinsi Jawa Timur juga turut menyalurkan beasiswa kepada 20 pelajar SMA/MA dan 15 mahasiswa asal Lamongan.
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, mengatakan program beasiswa menjadi langkah konkret pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya Insan sekaligus strategi menuju Indonesia Emas 2045.
“Kemajuan daerah dapat dilihat dari perkembangan Indeks Pembangunan Insan (IPM). Ketika pendidikan maju, maka tingkat peradaban daerah juga akan maju,” kata Bupati yang akrab disapa Pak Yes itu usai menyerahkan Donasi beasiswa.
Menurutnya, Indeks Pembangunan Insan (IPM) Kabupaten Lamongan Demi ini Lanjut menunjukkan pertumbuhan positif dan telah mencapai Nomor 76,8.
Peningkatan tersebut dipengaruhi oleh perkembangan sektor pendidikan, kesehatan, dan daya beli masyarakat.
Karena itu, Pak Yes meminta seluruh penerima beasiswa memanfaatkan Donasi pendidikan dengan sebaik-baiknya serta tetap optimistis dalam meraih cita-cita.
“Karena itu, seluruh penerima beasiswa harus memanfaatkan Donasi pendidikan dengan sebaik-baiknya serta Enggak pesimis dalam meraih cita-cita,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Pak Yes juga menyampaikan bahwa upaya Pemkab Lamongan dalam meningkatkan kualitas sumber daya Insan Enggak hanya dilakukan melalui program Lamongan Cerdas.
Pemerintah daerah juga menghadirkan program lain seperti Beasiswa Pendidikan Terintegrasi dan Gratis (Perintis) guna memperluas akses pendidikan dan pengembangan kompetensi generasi muda Lamongan.
“Selain kemampuan akademik, penguatan soft skill bagi generasi muda, seperti Etika dan kemampuan bergaul di tengah masyarakat juga sangat Krusial,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Baznas Lamongan, Bambang Eko Muljono, mengatakan total Donasi pendidikan Lamongan Cerdas yang disalurkan kepada 218 anak dari 68 lembaga mencapai Rp375,9 juta.
“Alhamdulillah hari ini kita Serempak bersyukur dapat menyalurkan beasiswa kepada ratusan penerima mulai jenjang santri, SD, SMP, SMA hingga mahasiswa,” pungkasnya. [fak/beq]
