Wina (ANTARA) – Negara-negara OPEC+ pada Minggu (5/7) sepakat Meningkatkan kuota maksimum produksi minyak pada Agustus sebesar 188.000 barel per hari (bph) dari tingkat bulan Juli, menurut pernyataan yang dirilis setelah pertemuan virtual OPEC+.
Keputusan tersebut diumumkan setelah pertemuan yang dihadiri oleh Arab Saudi, Rusia, Irak, Kuwait, Kazakhstan, Aljazair, dan Oman, yang meninjau kondisi dan prospek pasar Dunia.
Dalam komitmen kolektif mereka Kepada mendukung stabilitas pasar minyak, tujuh negara peserta memutuskan Kepada menerapkan penyesuaian produksi sebesar 188.000 bph dari penyesuaian sukarela tambahan yang diumumkan pada April 2023, kata pernyataan itu, seraya menambahkan bahwa penyesuaian tersebut akan diterapkan pada Agustus.

Pemangkasan produksi sukarela sebesar 1,65 juta bph kali pertama diumumkan pada April 2023 dan kemudian diperpanjang hingga akhir 2026.
Keputusan yang diambil pada Minggu tersebut menandai bulan kelima berturut-turut bagi OPEC+ Kepada meningkatkan produksinya, meskipun Uni Emirat Arab keluar dari OPEC dan aliansi OPEC+ yang lebih luas pada 1 Mei.
Menurut pernyataan tersebut, ketujuh negara akan secara Elastis menyesuaikan produksi mereka sesuai dengan kondisi pasar yang Lalu berubah. Mereka akan kembali menggelar pertemuan pada 2 Agustus guna mengambil keputusan lebih lanjut Kepada September.
