Jakarta (ANTARA) – Badan Reserse Kriminal Kepolisian Negara Republik Indonesia (Bareskrim Polri) menyampaikan dukacita atas gugurnya Brigadir Polisi Dua Nopandri Ramadhana Ketika menangkap bandar narkoba di Kawasan Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Polisi Eko Hadi Santoso menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum dan seluruh jajaran Polri atas kepergian Member muda tersebut.
“Almarhum gugur Ketika menjalankan tugas. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan,” ujar Eko dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.
Dia menegaskan peristiwa yang menimpa Bripda Nopandri menjadi perhatian serius Bareskrim Polri. Ketika ini, tim gabungan Lagi bekerja Demi mengungkap secara tuntas peristiwa tersebut.
Dikatakan bahwa tim Lagi Lanjut melakukan pengejaran terhadap para pelaku yang diduga terlibat.
Eko menekankan tim Enggak akan berhenti Tiba seluruh pelaku berhasil diamankan dan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Ia menjelaskan Bareskrim Polri telah berkoordinasi dengan Polda Kalimantan Tengah dan Polres Katingan dalam proses penyelidikan serta pengejaran terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab.
Meski demikian, dia meminta masyarakat yang Mempunyai informasi terkait keberadaan para pelaku agar segera menyampaikannya kepada aparat kepolisian.
“Kami mengimbau masyarakat Demi mendukung proses penegakan hukum dengan memberikan informasi yang dapat membantu penyelidikan. Setiap informasi akan kami tindak lanjuti,” ujarnya.
Bareskrim Polri memastikan akan mengusut kasus tersebut hingga tuntas sebagai bentuk komitmen dalam memberikan keadilan bagi Member Polri yang gugur Ketika menjalankan tugas.
Adapun, tim gabungan telah berhasil menemukan jenazah yang diduga merupakan Bripda Nopandri, Member Polri yang sebelumnya dilaporkan hilang Ketika menyelamatkan diri dalam penggerebekan terduga bandar sabu di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan.
“Betul, tim gabungan berhasil menemukan jenazah diduga Bripda Nopandri di Sungai Katingan. Jasad korban ditemukan sejauh radius Sekeliling empat kilometer dari Letak kejadian penggerebekan,” kata Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono Ketika dikonfirmasi di Palangka Raya, Sabtu.
Berdasarkan informasi di lapangan, jenazah ditemukan dalam kondisi tersangkut di ranting bambu dan kayu di Kategori Sungai Katingan. Selanjutnya, tim gabungan mengevakuasi jenazah ke Rumah Sakit Bhayangkara Palangka Raya Demi menjalani pemeriksaan lebih lanjut guna proses identifikasi.
“Jenazah dibawa ke rumah sakit Demi dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Nanti akan kami informasikan perkembangan selanjutnya,” ujar dia.
Sebelumnya, operasi penggerebekan terhadap terduga bandar sabu di Desa Tumbang Kalemei berujung tragedi setelah petugas diduga mendapat perlawanan dari sejumlah Member keluarga terduga pelaku yang menggunakan senjata tajam jenis parang.
Dalam insiden tersebut, personel Satresnarkoba Polres Katingan Aiptu Yudhi gugur akibat serangan senjata tajam. Seorang Member keluarga terduga pelaku juga dilaporkan meninggal dunia.
