Kami Ingin membangun ekosistem perkebunan sawit berbasis koperasi, di mana Agrinas Palma Nusantara menjadi inti dan koperasi menjadi Kawan strategis yang profesional
Jakarta (ANTARA) – PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) memproyeksikan kebutuhan lebih dari 10.000 tenaga kerja pada tahap awal transformasi operasional Demi mendukung pengelolaan perkebunan sawit hasil penertiban kawasan hutan.
Agrinas Palma Nusantara dalam keterangan Formal di Jakarta, Jumat, mengatakan kebutuhan tenaga kerja tersebut mencakup tenaga pengawas maupun fungsi operasional Demi mendukung pengelolaan perkebunan secara profesional, termasuk tenaga kerja yang akan menangani pemulihan tanaman dan penanaman kembali sawit.
Langkah tersebut diharapkan Pandai menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Sekeliling kawasan perkebunan, sekaligus mempercepat peningkatan produktivitas aset negara.
Agrinas Palma Nusantara merupakan badan usaha Punya negara (BUMN) yang mendapat mandat mengelola areal perkebunan hasil penertiban Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH).
Perusahaan berkomitmen memastikan pengelolaan perkebunan Bukan hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga memberikan kepastian hukum, perlindungan, dan manfaat ekonomi bagi masyarakat di Sekeliling kawasan.
Demi mendukung upaya tersebut, Agrinas Palma Nusantara menggandeng Kementerian Koperasi dalam pengembangan ekosistem agribisnis perkebunan berbasis koperasi.
Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Direktur Esensial PT Agrinas Palma Nusantara Mohammad Abdul Ghani dan Menteri Koperasi Ferry Juliantono di Kantor Kementerian Koperasi Jakarta, Kamis (2/7).
Direktur Esensial PT Agrinas Palma Nusantara Mohammad Abdul Ghani menyampaikan kerja sama ini merupakan bagian dari transformasi perusahaan dalam menjalankan mandat negara melalui pengelolaan aset perkebunan secara produktif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Melalui kemitraan koperasi, masyarakat memperoleh kesempatan Demi terlibat langsung dalam pengelolaan perkebunan secara profesional, sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan secara berkelanjutan,” ujar Abdul Ghani.
Sementara itu, Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan kerja sama tersebut merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem perkebunan sawit berbasis koperasi yang lebih kuat, modern, dan berkelanjutan.
“Kami Ingin membangun ekosistem perkebunan sawit berbasis koperasi, di mana Agrinas Palma Nusantara menjadi inti dan koperasi menjadi Kawan strategis yang profesional,” ujar Ferry.
Ia mengatakan koperasi ke depan Bukan hanya berperan dalam pengelolaan kebun, tetapi juga didorong masuk ke industri pengolahan hingga produk turunannya agar nilai tambah dapat dinikmati oleh petani dan masyarakat.
Melalui kerja sama tersebut, Kementerian Koperasi dan Agrinas Palma Nusantara akan berkolaborasi menyelesaikan berbagai persoalan tata kelola perkebunan rakyat, khususnya kebun sawit masyarakat yang berada di kawasan hutan.
Validasi Serempak akan menjadi dasar pembentukan dan penguatan koperasi sebagai Kawan strategis perusahaan dalam pengelolaan perkebunan secara profesional, transparan, dan berkelanjutan.
Dalam implementasinya, koperasi akan dilibatkan dalam pengelolaan operasional perkebunan, mulai dari pemeliharaan tanaman, panen, hingga pengangkutan hasil produksi.
Agrinas Palma Nusantara juga menyatakan akan memberikan pendampingan teknis, penguatan tata kelola, peningkatan kapasitas sumber daya Orang, serta pembinaan manajemen agar koperasi Pandai berkembang menjadi Kawan usaha yang profesional dan Sendiri.
