Plt Bupati Kuansing Riau tetap bekerja meskipun ruangan disegel KPK

Plt Bupati Kuansing Riau tetap bekerja meskipun ruangan disegel KPK

Walaupun ruangannya lebih sempit, Tak masalah. Yang terpenting pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan

Pekanbaru, (ANTARA) – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kuantan Singingi, Provinsi Riau, Mukhlisin menyampaikan dirinya tetap bekerja meskipun ruangan kantornya Ketika ini maupun ruangan ketika dia Tetap menjadi wakil bupati Tetap disegel Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Mukhlisin memastikan kondisi tersebut Tak mengganggu jalannya roda pemerintahan maupun pelayanan kepada masyarakat. Pemerintah daerah lanjutnya telah menyiapkan ruang kerja sementara agar aktivitas pemerintahan tetap berjalan sebagaimana mestinya.

“Ruang kerja saya memang disegel, tetapi sudah disiapkan ruangan lain. Yang Krusial kami tetap Pandai bekerja,” kata Mukhlisin seusai menerima surat keputusan menjadi Plt Bupati Kuansing di Kantor Gubernur Riau, Pekanbaru, Kamis.

Ruang kerja dia sebelumnya Ketika menjadi Wabup Kuansing disegel KPK menyusul adanya penangkapan dan penahanan Bupati Suhardiman Amby dan Sekretaris Daerah Zulkarnaen. Eksis lima ruangan yang Tetap disegel mulai dari Bupati, Wabup, Sekda, Asisten I, dan Ketua DPRD Kuansing.

Mukhlisin Tak merincikan ruang kerja apakah Tetap di kantor bupati atau tempat lainnya. Akan tetapi ia mengungkapkan bahwa ruangan kerjanya sekarang lebih sempit.

“Walaupun ruangannya lebih sempit, Tak masalah. Yang terpenting pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan,” ungkapnya.

Terkait dengan kondisi di pemerintahan Kuansing, menurutnya tetap berjalan seperti Normal. Dia mengingatkan agar seluruh aparatur pemerintah semakin berhati-hati dalam menjalankan amanah dan selalu berpedoman pada aturan yang berlaku.

Menurutnya, kasus dugaan korupsi yang menjerat pimpinan daerah harus menjadi pembelajaran agar tata kelola pemerintahan ke depan semakin Bagus, Rapi, dan transparan.

“Insyaallah ke depan kami akan menjalankan pemerintahan sesuai aturan dan regulasi yang berlaku. Semoga Tak Eksis Kembali kasus serupa yang terjadi di Kabupaten Kuantan Singingi,” tukasnya.