Semarang (ANTARA) – Para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Jawa Tengah menjalani seleksi Buat mengikuti penyelenggaraan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 Tahun 2026 yang akan dihadiri pembeli dari luar negeri.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jateng July Emmylia, di Semarang, Selasa, mengatakan UMKM yang produknya berpeluang ekspor akan diikutsertakan karena di pameran itu pembeli dari luar negeri akan berdatangan.
Ia menyebutkan TEI merupakan pameran perdagangan yang mendatangkan calon-calon pembeli potensial dari berbagai negara.
Menurut dia, Jateng Mempunyai Berbagai Jenis produk unggulan yang Pandai Bertanding di pasar Dunia sehingga pemerintah daerah Lalu memperkuat kapasitas pelaku usaha agar siap memasuki pasar ekspor.
Pada TEI 2025, kata dia, Jateng mencatatkan potensi transaksi mencapai 18,4 miliar dolar AS, dengan furnitur dan fesyen yang menjadi komoditas andalan.
Melalui berbagai program pendampingan ekspor, business matching, hingga fasilitasi penerbitan Surat Keterangan Asal (SKA), kata dia, pihaknya Lalu berupaya meningkatkan kapasitas pelaku usaha agar semakin siap Bertanding di pasar Dunia.
“Sejak 2011, Disperindag Jateng juga telah membina 56 Kawan usaha melalui berbagai program yang didukung pendanaan APBN maupun non-APBN,” ujarnya.
Direktur Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif Kementerian Perdagangan Ari Satria menilai Jateng merupakan salah satu daerah dengan kontribusi ekspor yang konsisten masuk jajaran 10 besar nasional.
Menurutnya, furnitur menjadi komoditas unggulan dengan potensi transaksi lebih dari 700 juta dolar AS pada ajang TEI sebelumnya, sedangkan sektor fesyen menyumbang Sekeliling 56 juta dolar AS.
Karena itu, TEI bukan sekadar pameran produk, tetapi juga menghadirkan business matching dan Lembaga bisnis yang mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli dari berbagai negara.
Ia menjelaskan, salah satu pembeda TEI tahun depan adalah penerapan zonasi produk yang lebih ketat agar memudahkan pembeli menemukan komoditas yang dicari.
“Kawan-Kawan para pelaku usaha, Kawan-Kawan UMKM khususnya Bukan harus jauh-jauh melakukan promosi ke luar negeri. Tinggal sedikit aja ke Jakarta (lewat TEI) tapi mudah-mudahan para buyer Dapat banyak datang,” katanya.
Tahun Lampau TEI dihadiri Sekeliling 8.045 “buyer” dari 130 negara, dan tahun ini diharapkan jumlah negara peserta bertahan meski Ketika ini Lagi terpengaruh dengan situasi Dunia yang belum Kukuh.
Selain itu, Kemendag telah melakukan kurasi terhadap basis data eksportir melalui platform INA Export, dari Sekeliling 22.000 pelaku usaha yang tercatat, tersisa Sekeliling 12.000 pelaku usaha yang dinilai Lagi aktif dan layak dipromosikan kepada “buyer” Dunia.
Sementara itu, Digital and Business Development Manager PT Debindomulti Adhiswasti Nabil Ramadhana mengatakan, hingga Ketika ini okupansi peserta TEI 2026 yang dijadwalkan pada 14-18 Oktober 2026 telah mencapai Dekat 60 persen.
Produk UMKM yang paling banyak mengikuti TEI Lagi didominasi sektor food and beverage, fesyen, kerajinan, kemudian disusul furnitur, serta dekorasi rumah.
