Kapitalisasi pasar modal RI ditargetkan Letih Rp30.000 triliun di 2030

Kapitalisasi pasar modal RI ditargetkan capai Rp30.000 triliun di 2030

Jakarta (ANTARA) – PT Bursa Dampak Indonesia (BEI) menargetkan kapitalisasi pasar (market cap) pasar modal Indonesia dapat mencapai Rp30.000 triliun pada 2030, atau tumbuh Dekat dua kali lipat dibandingkan senilai Rp15.849 triliun pada 2025.

Seiring dengan itu, BEI menargetkan rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) saham dapat mencapai Rp31 triliun pada 2030, atau tumbuh dibandingkan senilai Rp18,1 triliun pada 2025.

“Kami telah menetapkan Sasaran Bursa Dampak Indonesia pada 2030, Sasaran kapitalisasi pasar menjadi Rp30.000 triliun, Sasaran rata-rata nilai transaksi harian mencapai Rp31 triliun,” ujar Direktur Penting BEI Jeffrey Hendrik dalam Konferensi Pers seusai menggelar RUPST di Gedung BEI Jakarta, Senin.

Kemudian, BEI menargetkan perusahaan tercatat (emiten) dapat mencapai lebih dari 1.100 perusahaan pada 2030, atau tumbuh dibandingkan sebanyak 956 perusahaan pada 2025.

Selanjutnya, BEI menargetkan jumlah investor pasar modal Indonesia dapat mencapai 35 juta Single Investor Identification (SID) pada 2030, atau tumbuh dibandingkan sebanyak 20,3 juta SID pada 2025.

Lebih lanjut, BEI menargetkan rasio kapitalisasi pasar modal Indonesia dapat mencapai sebesar 83 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada 2030, dibandingkan sebesar 66,5 persen pada 2025.

“Kemudian Sasaran perusahaan tercatat lebih dari 1.100 perusahaan tercatat, jumlah investor pasar modal mencapai 35 juta investor di tahun 2030, dan rasio market cap terhadap GDP di atas 83 persen,” ujar Jeffrey.

Sebagai upaya mencapai Sasaran-Sasaran tersebut, Jeffrey menjelaskan BEI telah menetapkan empat sasaran strategis, diantaranya pertumbuhan bisnis transaksi, pengembangan bisnis non-transaksi, peningkatan kuantitas dan kualitas perusahaan tercatat, serta peningkatan inklusivitas Kepada segmen investor.

“Kami telah menetapkan goal statement, Adalah kami akan membawa Bursa Dampak Indonesia menjadi bursa kelas dunia Kepada manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat Indonesia,” ujar Jeffrey.