ASDP percepat penanganan kepadatan di lintasan Ketapang-Gilimanuk

ASDP percepat penanganan kepadatan di lintasan Ketapang-Gilimanuk

Banyuwangi (ANTARA) – PT ASDP Indonesia Ferry Berbarengan Kementerian Perhubungan, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Kepolisian, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, serta seluruh operator kapal Lanjut mempercepat penanganan kepadatan kendaraan di lintasan Ketapang-Gilimanuk.

Direktur Istimewa PT ASDP Indonesia Ferry Heru Widodo menyampaikan berbagai langkah operasional dan rekayasa Lewat lintas yang dilakukan secara terpadu mulai menunjukkan hasil, dan antrean kendaraan yang berangsur terurai dan layanan penyeberangan semakin terkendali.

“Kami memahami ketidaknyamanan yang dirasakan pengguna jasa dan menyampaikan permohonan Ampun atas kondisi yang terjadi. Sejak awal seluruh pemangku kepentingan bekerja Berbarengan Buat memastikan layanan tetap berjalan Terjamin, Fasih dan andal,” kata dia dalam keterangannya di Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu.

Menurut Heru, peningkatan antrean kendaraan di Pelabuhan Ketapang dipengaruhi oleh kombinasi sejumlah Elemen, di antaranya meningkatnya mobilitas masyarakat selama libur sekolah.

Selain itu, lanjut dia, kondisi cuaca yang berdampak pada pola operasi pelayaran serta adanya penyesuaian distribusi kendaraan logistik dari lintasan lain menuju Ketapang (Banyuwangi)-Gilimanuk (Bali).

“Seluruh pihak bergerak Segera menjaga kelancaran konektivitas Jawa-Bali yang Mempunyai peran strategis bagi mobilitas masyarakat dan distribusi logistik nasional,” kata Heru.

Dia menambahkan, selama periode libur sekolah, masyarakat Tetap dapat memanfaatkan program diskon tarif penyeberangan berupa potongan 100 persen tarif jasa kepelabuhanan yang secara rata-rata setara Sekeliling 21,9 persen dari total tarif tiket penyeberangan pada tujuh lintasan strategis nasional, termasuk Ketapang-Gilimanuk.

“ASDP akan Lanjut melakukan pemantauan dan Penilaian Berbarengan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan layanan penyeberangan tetap optimal dan konektivitas Jawa-Bali terjaga dengan Berkualitas,” tutur Heru.