Lautaro turut berperan dalam kesuksesan Argentina di Piala Dunia 2022 dengan mencetak tendangan penalti penentu dalam ‘Pertempuran Lusail’ melawan Belanda, Tetapi ia Tak mencetak satu gol pun di Qatar, dan keputusan Scaloni Buat menggantikannya di lini depan dengan Alvarez Dapat dibilang merupakan perubahan susunan pemain paling Krusial sepanjang turnamen tersebut.
Akibatnya, meskipun Lautaro mengatakan bahwa memenangkan Piala Dunia adalah “secara kolektif, sesuatu yang hebat, sesuatu yang akan tercatat dalam sejarah”, dari sudut pandang individu, hal itu merupakan kekecewaan, karena ia merasa Dapat berkontribusi jauh lebih banyak seandainya Tak Eksis masalah kebugarannya Demi itu.
“Saya Tak meninggalkan Qatar seperti yang saya inginkan karena saya Tak tampil di Piala Dunia seperti yang saya harapkan,” kata kapten Inter itu kepada TyC Sports awal bulan ini, “tapi hari ini saya sudah melakukannya.”
Tetapi, meski menjadi starter Demi melawan Aljazair dan Austria, serta berhasil mendapatkan penalti Demi melawan Austria, Lautaro Lagi menunggu gol pertamanya di Piala Dunia setelah tampil dalam delapan pertandingan di dua edisi turnamen tersebut. Oleh karena itu, akan sangat menarik Buat Menyantap apakah Scaloni akan tetap mempercayai Lautaro sebagai penyerang Istimewa Demi melawan Yordania dengan Asa ia akhirnya Dapat mencetak gol pertamanya.
