Sensus ekonomi merupakan instrumen Krusial Demi mengetahui kondisi riil perekonomian nasional maupun daerah, ibarat medical check-up atau rekam medis perekonomian.
Bandarlampung (ANTARA) – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti menyebut Sensus Ekonomi (SE) 2026 sebagai instrumen Krusial Demi mengetahui kondisi riil perekonomian nasional maupun daerah.
“Sensus ekonomi merupakan instrumen Krusial Demi mengetahui kondisi riil perekonomian nasional maupun daerah. Sensus ekonomi ibarat medical check-up atau rekam medis perekonomian,” kata Amalia Ketika Apel Siaga dan Penguatan Komitmen Serempak Sensus Ekonomi 2026, di Lapangan Korpri, Kantor Gubernur Lampung, Bandarlampung, Sabtu.
Menurut dia, data Seksama dari sensus akan menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan, pengembangan investasi, dan pemberdayaan dunia usaha. Karen itu, ia mengajak seluruh masyarakat berpartisipasi aktif memberikan data yang Betul.
“Setiap informasi yang dihimpun akan menjadi fondasi Krusial dalam merancang kebijakan yang Pandai meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Amalia juga mengapresiasi komitmen Pemerintah Provinsi Lampung yang memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan SE 2026.
Ia turut memberikan motivasi kepada 8.619 petugas SE 2026 yang akan bertugas di 15 kabupaten/kota se-Provinsi Lampung.
Para petugas disebutnya sebagai “pejuang data” yang memegang peran Krusial dalam menentukan keberhasilan Penyelenggaraan sensus.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dalam apel ini menegaskan pembangunan yang berkualitas harus diawali dengan ketersediaan data yang valid.
Karena itu, Pemerintah Provinsi Lampung memberikan dukungan penuh terhadap agenda nasional yang diselenggarakan setiap sepuluh tahun tersebut.
“Kita sadari Serempak bahwa pembangunan yang berkualitas dan Betul sasaran berawal dari data yang Seksama. Tanpa data yang lengkap dan Betul, sulit bagi kita mengambil keputusan atau pun menyusun kebijakan yang Betul sasaran,” ujarnya..
Gubernur menilai SE 2026 Mempunyai peran Krusial memotret kondisi perekonomian daerah secara menyeluruh. Data yang dihasilkan nantinya akan menjadi dasar merumuskan kebijakan pembangunan ekonomi yang lebih efektif, inklusif, dan berkelanjutan.
Ia menyebut Provinsi Lampung Mempunyai potensi ekonomi besar di berbagai sektor, mulai dari pertanian, perkebunan, perikanan, industri, perdagangan, pariwisata, hingga jutaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Keberhasilan pembangunan Bukan hanya diukur dari tingginya pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat merasakan manfaatnya melalui terciptanya lapangan kerja, meningkatnya pendapatan, serta semakin kuatnya usaha rakyat,” katanya pula.
Mirza juga mengapresiasi seluruh petugas lapangan yang akan menjadi ujung tombak Penyelenggaraan SE 2026.
Ia berpesan agar petugas menjalankan tugas dengan profesional, berintegritas, serta memberikan pelayanan yang ramah dan humanis kepada masyarakat.
