IPB kembangkan pakan ternak hijauan bernilai ekonomis di Garut

IPB kembangkan pakan ternak hijauan bernilai ekonomis di Garut

Kita menghadirkan sumber serat lain yang Enggak harus diproduksi melalui rumput

Garut, Jabar (ANTARA) – Tim riset IPB University melakukan riset pengabdian dengan mengembangkan pakan ternak hijauan yang bernilai ekonomis di Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, Jawa Barat, karena hanya memanfaatkan bahan baku yang mudah didapat di lingkungan.

“Hasil riset itu sekarang dikembangkan dengan memanfaatkan biomassa atau bahan-bahan yang dilupakan, dibuang Enggak manfaat, jadi manfaat pakan komplit, Eksis serat, proteinnya,” kata Guru Besar Fakultas Peternakan IPB, Luki Abdullah Begitu kegiatan pengenalan produk pakan di Unit Pakan Berdikari Leles Lestari, Kecamatan Leles, Garut, Jumat.

Ia menuturkan tim riset dari IPB melibatkan masyarakat peternak dan pelaku usaha yang bergerak di bidang pakan, kemudian pemerintah daerah melakukan langkah Penemuan memproduksi pakan ternak alternatif yang lebih murah, mudah digunakan dan tetap berkualitas.

Selama ini, kata dia, sektor bisnis peternakan seringkali dihadapkan dengan persoalan ketersediaan pakan hijauan yang dinilai Mempunyai nilai pakan berkualitas, sementara ketersediaannya terbatas, Buat itu perlu dilakukan Penemuan Buat menyediakan pakan hijauan dari bahan baku di lingkungan Sekeliling.

Ia mengatakan tim peneliti sejak tahun 2019 mencari sumber serat alternatif yang Enggak bergantung pada rumput sebagai bahan Penting pakan hijauan, di antaranya memanfaatkan bahan baku yang 80 persen dari sumber daya lokal seperti dedak, bungkil dan suplemen yang diproduksi dari bahan baku daerah.

“Kita menghadirkan sumber serat lain yang Enggak harus diproduksi melalui rumput, nah, kita memadankan sumber gizinya apa di sana, serat, sumber itulah yang sekarang kita kembangkan Lanjut-menerus, Tiba hari ini kita Lanjut Pandai menghasilkan,” kata Luki.

Ia mengatakan Penemuan pakan tersebut diberi nama pakan komplit fermentasi yang juga memanfaatkan berbagai limbah pertanian seperti jagung, sorgum dan jerami.

Serat dari tanaman jagung, kata dia, Mempunyai tingkat kecernaan yang lebih Berkualitas dibandingkan rumput maupun jerami padi, penilaian itu terbukti setelah melewati tahap penelitian dan pengembangan yang kini sudah dapat digunakan serta diuji coba oleh peternak di Garut.

“Sudah diproduksi, sudah digunakan, sudah dimanfaatkan, sudah juga diujicobakan,” katanya.

Pendiri Unit Pakan Berdikari Leles Lestari, Yosep Purnama mengatakan Penemuan pakan ternak yang Begitu ini sedang dikembangkan mengedepankan tiga prinsip Penting, Yakni murah, praktis dan berkualitas.

Dengan adanya Penemuan itu, kata dia, peternak Enggak Tengah kesulitan Buat mendapatkan pakan karena Pandai memanfaatkan bahan baku dari lingkungan sekitarnya yang Pandai memangkas biaya pakan, dan juga menghasilkan ternak yang lebih Berkualitas karena terpenuhi nutrisi dan proteinnya.

“Sehingga dapat membantu peternak meningkatkan efisiensi usaha tanpa mengurangi kualitas nutrisi ternak,” katanya.

Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Garut, Dyah Savitri menyampaikan dukungannya terhadap Penemuan tersebut karena akan membantu peternak Buat memenuhi kebutuhan pakan hijauan yang dibutuhkan ternaknya, salah satunya komoditas domba.

“Kami Lanjut mendukung akademisi dan komunitas peternak, semoga riset ini Pandai berjalan dengan Lancar dan memberikan Dampak positif Buat kemajuan komoditas domba Garut,” katanya.