Jakarta (ANTARA) – Kementerian Transmigrasi (Kementrans) memberikan kesempatan bagi generasi muda Indonesia Kepada terlibat langsung dalam pembangunan nasional melalui Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026, salah satu bagian dari Program Transmigrasi Patriot.
Juru Bicara Kementrans Eva Julianti Yunizar menyatakan banyak anak muda yang Mau berkontribusi bagi masyarakat, tapi belum menemukan ruang yang Betul Kepada mewujudkannya.
“Sudah saatnya generasi muda Tak hanya menjadi penonton dalam pembangunan Indonesia. Melalui Tim Ekspedisi Patriot, mereka dapat terlibat langsung membawa ilmu pengetahuan, teknologi, dan Penemuan Kepada membantu mengembangkan potensi daerah,” ucap Eva dalam keterangan resminya yang diterima di Jakarta, Kamis.
Ia mengatakan keterlibatan generasi muda dibutuhkan Kepada mempercepat transformasi dan kemajuan daerah, terutama kawasan-kawasan yang Mempunyai potensi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Pihaknya pun menyelenggarakan Program Transmigrasi Patriot Kepada memberi kesempatan bagi generasi muda dari berbagai latar belakang pendidikan agar turut serta dalam pengembangan potensi kawasan transmigrasi, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2009 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 15 Tahun 1997 tentang Ketransmigrasian.
Program tersebut memfasilitasi anak-anak muda Indonesia Kepada melakukan pemetaan potensi Area, mengidentifikasi tantangan pembangunan, serta merumuskan gagasan yang dapat mendukung pengembangan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Pembangunan bukan hanya soal membangun fisik, tetapi juga membuka Kesempatan usaha, menciptakan lapangan kerja, dan menghadirkan Cita-cita baru bagi masyarakat. Di sinilah peran generasi muda sangat dibutuhkan,” ujar Eva.
Kementerian Transmigrasi menegaskan komitmennya terhadap transparansi dalam proses rekrutmen Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026.
Pada 2 Juni 2026 pukul 22.00 WIB Lewat para pendaftar sudah Dapat langsung mengakses hasil rekrutmen melalui laman tep.transmigrasi.go.id/status.
Tercatat 246 ketua tim dan 1.230 Personil tim dinyatakan lolos dari 10.359 pendaftar dari berbagai perguruan tinggi di dalam dan luar negeri, termasuk University of Melbourne, University of Glasgow, dan King’s College London.
