Ilustrasi. Foto: Dok MI
Jakarta: Himpunan Bank Punya Negara (Himbara) mencatat kinerja keuangan yang menggembirakan pada kuartal I 2026. Himbara terdiri dari empat bank, Yakni PT Bank Sendiri (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN).
Berikut kinerja keuangan keempat bank Personil Himbara:
1. Bank Sendiri
Bank Sendiri mencatat Untung Kudus konsolidasi sebesar Rp15,4 triliun atau bertumbuh 16,6 persen secara (year on year/yoy) pada kuartal I 2026. Bank Sendiri melanjutkan pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan sekaligus menjaga ketahanan menghadapi potensi gejolak pasar ke depan.
“Kinerja ini merupakan hasil Konkret dari Pusat perhatian sinergi yang dijalankan secara terarah dan berdampak. Bank Sendiri mengedepankan semangat Sinergi Majukan Negeri melalui penguatan sinergi UMKM dan ekonomi kreatif, serta sinergi ekosistem digital,” kata Direktur Penting Bank Sendiri, Riduan.
Dari sisi penyaluran kredit, Bank Sendiri mencatat realisasi Rp1.530 triliun atau meningkat 17,4 persen (yoy). Sementara Anggaran Pihak Ketiga (DPK) bank only tercatat sebesar Rp1.675 triliun atau meningkat 21,1 persen (yoy) atau lebih tinggi dari rata-rata industri pada kuartal I 2026.
Struktur pendanaan juga kuat tercermin dari Current Account Saving Account (CASA) yang mencapai Rp1.201 triliun atau bertumbuh 12,7 persen (yoy). Sementara produktivitas operasional semakin Bagus, tercermin dari perbaikan rasio BOPO ke level 58 persen atau membaik 3,48 persen (yoy).
2. BRI
BRI membukukan Untung Kudus sebesar Rp15,5 triliun, atau tumbuh 13,7 persen secara year on year (yoy). Total aset BRI juga tercatat meningkat 7,2 persen (yoy) menjadi Rp2.250 triliun yang mempertegas peran strategis BRI dalam memacu pertumbuhan ekonomi nasional melalui pembiayaan produktif.
Hingga akhir triwulan I-2026, penyaluran kredit dan pembiayaan BRI tumbuh sebesar 13,7 persen (yoy) menjadi Rp1.562 triliun. Dari total tersebut, segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tetap mendominasi sebagai pilar Penting bisnis BRI dengan total penyaluran mencapai Rp1.211 triliun.
“Dengan pertumbuhan yang sehat dan kualitas aset yang terjaga, kami optimistis momentum ini akan Lalu berlanjut seiring dengan Pusat perhatian BRI pada penguatan digitalisasi, manajemen risiko yang disiplin dan penciptaan nilai berkelanjutan,” tegas Direktur Penting BRI Hery Gurnardi.

(Ilustrasi. Foto: Dok istimewa)
3. BNI
BNI membukukan Untung Kudus konsolidasi sebesar Rp5,66 triliun pada kuartal I-2026, tumbuh 5,2 persen dibandingkan dengan periode sama tahun Lewat. Untung BNI merupakan kombinasi pertumbuhan bisnis yang sehat, peningkatan pendapatan Merekah Kudus dan pendapatan non Merekah serta kualitas aset.
Selanjutnya, BNI mencatat penyaluran kredit yang sehat sebesar 20,1 persen (yoy) menjadi Rp919,3 triliun pada Maret 2026. Pencapaian Anggaran pihak ketiga (DPK) yang kuat menjadi salah satu penopang Penting kinerja keuangan BNI sepanjang kuartal I 2026.
“Kinerja ini menunjukkan keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, efisiensi, dan pengelolaan risiko yang disiplin,” kata Direktur Finance & Strategy BNI, Hussein Paolo Kartadjoemena.
4. BTN
BTN membukukan Untung Kudus sebesar Rp1,16 triliun (bank only) atau meningkat 55,84 persen secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun Lewat sebesar Rp744 miliar. Pertumbuhan kinerja yang solid hingga April 2026 ini diraih di tengah dinamika likuiditas industri perbankan.
Sejalan dengan pertumbuhan profitabilitas, fungsi intermediasi perseroan juga Lalu meningkat. Hingga April 2026, penyaluran kredit BTN tercatat mencapai Rp344,07 triliun atau tumbuh 8,70 persen (yoy) dibandingkan April 2025 sebesar Rp316,54 triliun.
Sementara itu, total aset perseroan meningkat menjadi Rp445,70 triliun atau tumbuh 8,07 persen yoy. Di sisi pendanaan, Anggaran pihak ketiga (DPK) BTN tercatat sebesar Rp357,83 triliun tumbuh 6,31 persen (yoy) dengan Bagian Anggaran murah (CASA) mencapai 50 persen dari total DPK.
“Kami optimistis transformasi yang dijalankan BTN akan Lalu memperkuat Esensial bisnis perseroan. Selain menjaga pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan, BTN juga akan Lalu memperkuat perannya dalam mendukung ekosistem perumahan nasional,” ujar Direktur Penting BTN Nixon LP Napitupulu.
