Optimisme Negosiasi AS-Iran Angkat Saham-saham Asia

Ilustrasi. Foto: Freepik.


Sydney: Pasar saham Asia dibuka menguat pada perdagangan Senin setelah negosiator Iran menyatakan adanya perkembangan positif dalam pembicaraan damai dengan Amerika Perkumpulan (AS). Sentimen tersebut meredakan kekhawatiran investor atas potensi gagalnya proses negosiasi.

Pejabat dari Qatar dan Pakistan juga menyampaikan sesi pertama pembicaraan telah rampung dan menghasilkan kemajuan terkait peta jalan menuju kesepakatan final dalam 60 hari.

Mengutip Investing.com, Senin, 22 Juni 2026, indeks saham Istimewa Asia mencatat kenaikan solid. Indeks Nikkei 225 Jepang naik 1,9 persen setelah melonjak Dekat delapan persen pekan Lewat dan mencetak rekor tertinggi.

Pasar saham Korea Selatan juga melanjutkan reli dengan kenaikan 2,6 persen, setelah pekan Lewat melonjak lebih dari 11 persen berkat permintaan tinggi pada saham-saham semikonduktor. Sementara itu, indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang menguat 1,0 persen, sedangkan saham unggulan Tiongkok bergerak Kukuh.

Sementara itu, kontrak berjangka indeks AS menunjukkan pergerakan yang lebih hati-hati. Kontrak berjangka S&P 500 memangkas pelemahan awal menjadi turun 0,2 persen, sedangkan kontrak Nasdaq melemah 0,3 persen.

Di Eropa, kontrak berjangka EUROSTOXX 50 turun tipis 0,1 persen, kontrak DAX bergerak mendatar, dan kontrak FTSE naik 0,1 persen.

 


(Ilustrasi IHSG. Foto: Medcom.id)
 

Kesempatan kenaikan Spesies Kembang Fed menguat

Pasar obligasi AS Tetap berada di Rendah tekanan setelah sikap hawkish Federal Reserve pekan Lewat. Pelaku pasar kini memperkirakan Kesempatan kenaikan Spesies Kembang mencapai 75 persen pada September.

Kontrak berjangka mencerminkan potensi pengetatan sebesar 38 basis poin hingga akhir tahun, sementara imbal hasil obligasi tenor dua tahun naik empat basis poin menjadi 4,2276 persen, level tertinggi sejak awal 2025.

Kepala Strategi Lintas Aset JPMorgan, Fabio Bassi, menilai ruang toleransi terhadap inflasi semakin sempit. “Prediksi dasar kami tetap mengarah pada kesabaran dan kenaikan Spesies Kembang pertama pada paruh kedua 2027. Tetapi, margin kesalahan dan toleransi terhadap inflasi tambahan semakin terbatas,” kata Bassi.

Ia menambahkan prospek aset berisiko Tetap cukup positif, terutama Buat sektor teknologi dan saham kapitalisasi besar. “Kami Menyaksikan risiko kenaikan Sasaran S&P condong menuju level 8.000,” papar dia.